Ist/AT Mahmud
LENSAINDONESIA.COM: Dua tahun lalu, tepatnya 6 Juli 2010, pengarang lagu anak-anak yang legendaris AT Mahmud meninggal dunia pada usia 80 tahun karena infeksi paru-paru. Ia mewariskan lebih dari 500 lagu anak-anak ciptaannya.
Kecintaannya pada anak-anak telah melahirkan banyak ide untuk membuat lagu anak. Sebut saja Amelia, salah satu lagu yang dihasilkannya langsung populer pada masa itu. Lagu Amelia lahir tidak sekedar asal menciptakan saja, namun berangkat dari kesannya yang mendalam terhadap seorang anak yang juga bernama Amelia.
Baca juga: Mr D dirangkul 'Bajak Laut' Surabaya dan Anto Juwono rilis 2 singel terbarunya
Amelia adalah anak dari mantan Menteri Kelestarian Lingkungan Hidup di zaman Orde Baru, Emil Salim, yang juga sahabat AT Mahmud. Melihat sesosok Amelia yang cantik, pintar, supel, serta ramah pada semua orang, AT Mahmud pun mengarang lagu itu.
Karya lain yang telah diciptakannya dan begitu populer ialah lagu berjudul Ambilkan Bulan. Lagu itu pun tidak sembarang ia ciptakan. Berawal ketika anaknya, Rika, yang kala itu melihat bulan purnama dari balik jendela kamarnya. Anaknya begitu terpesona pada bulan itu. Ia berkata pada sang ayah “Bulannya bagus sekali ayah, ambilkan untuk aku yah”.
AT. Mahmud tersenyum dan langsung memeluk anaknya yang terus memandangi bulan itu. Kemudian, ia pun bergegas mengambil secarik kertas dan pena, dan terciptalah lagu “Ambilkan Bulan”,. Masih banyak lagi karya-karyanya yang sudah sangat digemari dan bahkan menjadi lagu yang selalu didendangkan untuk anak-anak, seperti Bintang Kejora, Pelangi, Libur Telah Tiba dan lain-lain.
Sebelum kepergiannya, AT. Mahmud sempat menyampaikan pesan pada Helmy Yahya, salah satunya memfilmkan karyanya, sebagai upaya untuk kembali mengkampanyekan lagu anak. Hal ini berangkat dari kegelisannya akan minimnya lagu-lagu anak yang beredar saat ini. Ketika anak-anak telah mengkonsumsi lagu-lagu yang belum patas dinikmati anak-anak. Dan akhirnya, amanat ini pun terpenuhi, bersama Mizan Productions dan Falcon Pictures, Helmy Yahya behasil memenuhi amanat AT Mahmud tersebut.
Film ”Ambilkan Bulan” adalah sebuah film yang dikemas secara apik oleh Ifa Isfansyah sebagai sutradara. Pemeran yang terlibat dalam film ini adalah Lana Nitibaskara, Astri Nurdin, Agus Kuncoro, Landung Simatupang, Marwoto, dan tiga pemain cilik baru dari daerah Solo dan sekitarnya. Film ini langsung mendapat simpati dari masyarakat luas. Bukan saja masyarakat biasa, para pejabat-pejabat pemerintah pun memberikan apresiasinya.
Dikemas dengan musikalitas dan animasi yang modern, film ini begitu menarik. Terlebih dengan waktu tayangnya pada masa liburan sekolah. Film Ambilkan Bulan menjadi alternative utama mengisi liburan sekolah yang menghibur serta mendidik. Sentuhan musik dan animasi yang kuat, cerita yang sederhana, dan tokoh anak-anak dalam film ini yang sangat lucu membuat anak-anak tidak bosan menontonnya. Bahkan tidak cukup di nonton satu kali.
Walau bersamaan dengan beredarnya film-film Hollywood yang begitu menarik dan fantastis, tidak lantas film ”Ambilkan Bulan” hanya dipandang sebelah mata. Masih banyak keluarga yang memilih menonton film ini karena lebih dekat dengan kehidupan di Indonesia.
Keberhasilan film ini bukan hanya membuat Helmy Yahya lega, tetapi keluarga AT. Mahmud dan bahkan seluruh pekerja film. Ketika bukan saja anak-anak dapat menyukai film ini, tetapi anak-anak juga mulai menyanyikan kembali lagu-lagu anak yang disuguhkan dalam film ini.
Di akhir film ini memang ditulis bahwa film ini didesikasikan untuk AT Mahmud yang telah berjasa memperkaya dan mewarnai kehidupan anak-anak Indonesia. Dua tahun lalu AT Mahmud wafat, tapi jasanya pada anak-anak Indonesia akan dikenang sepanjang masa. @rudi
Berita Terkait:
23 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
5 jam yang lalu
5 jam yang lalu