Paguyuban Nusantara Satu/*hidayat
LENSAINDONESIA.COM : Bertempat di Masjid Sunda Kelapa Sabtu, Yayasan Swarna Bhumy, memperkenalkan Paguyuban Nusantara Satu.
Paguyuban Nusantara Satu bukanlah organisasi politik melainkan kumpulan santai anak dari mantan Presiden Republik Indonesia.
Acara yang dihadiri oleh Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan Ilham Akbar Habibie mewakili keempat anak mantan presiden Republik Indonesia yang berhalangan hadir.
“Karena kesibukan masing-masing dan maka yang hadir kali ini hanya Sukmawati dan Ilham Akbar Habibie,” ujar Faizal Motik, selaku pimpinan Yayasan Swarna Bhumy, di sela-sela Deklarasi Paguyuban Nusantara Satu.
Berbeda dengan acara-acara Deklarasi lainnya, pada deklarasi kali ini di wujudkan dalam persembahan video klip iklan persaudaraan bersama yang berjudul “Jakarte Punya Kite”, sebagai bentuk kerjasama nyata antar putera-puteri mantan Presiden RI dan Presiden RI.
Video klip yang dibintangi dan dinyanyikan oleh Diah Mutiara Sukmawati, Siti Hediati Hariyadi, Ilham Akbar Habibie, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, Puan Maharani minus Edi Baskoro Yudhoyono, karena sakit dan Agus Harimurti Yudhoyono yang masih di luar negeri berisi ajakan untuk tetap bersatu.
“Kendala membuat video klip ini ya kesibukan masing-masing, setelah kelima-limanya ikut serta, Ibas akhirnya mau juga ikutan namun karena sakit jadi tidak bisa ikutan video klip, tapi itu bisa menyusul,” tambah Faisal.
“Lagu ini idenya dari tahun 92. Awalnya ingin buat lagu tentang kesatuan tanpa harus berkotbah, lagu ini boleh di ubah liriknya ke dalam aneka bahasa dari Sabang sampai Marauke gratis, tapi tidak boleh digunakan untuk kampanye apalagi diplesetkan kata-katanya,” pungkas Faisal.
Seperti apakah videoklip yang dibintangi oleh anak Mantan Presiden RI dan anak Presiden RI ini? Nntikan saja penanyangannya di layar televisi Anda. @hidayat
2 menit yang lalu
13 menit yang lalu
31 menit yang lalu
33 menit yang lalu
35 menit yang lalu
35 menit yang lalu
37 menit yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu