S-300 , sistem pertahanan udara canggih milik Rusia
LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Pertahanan Rusia Igor Korotchenko telah meminta Moskow untuk memenuhi kewajiban kontraknya kepada Teheran dan memberikan sistem pertahanan udara S-300 ke Iran.
Desakan itu terkait makin memanasnya hubungan Rusia dengan Amerika.
Baca juga: Antisipasi Perang, Iran Siap Launching Sistem Hanud Bavar 373 dan Tahun Depan, S-300 Versi Iran Siap Dioperasikan
Korotchenko mendesak Rusia untuk menjual sistem pertahanan S-300 ke Iran, dengan alasan bahwa langkah tersebut tidak bertentangan dengan mandat PBB.
Korotchenko melanjutkan dengan mengatakan bahwa Iran dan Rusia berbagi banyak posisi umum pada perkembangan internasional.
“Pengiriman sistem pertahanan S-300 ke Iran akan menjadi “langkah logis” untuk menjaga kepentingan geopolitik Moskow di wilayah tersebut,” jelas Korotchenko, Selasa (10/07).
Sebelumnya pada bulan Juli 2011, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan keluhan Teheran di Mahkamah Internasional atas penolakan Moskow untuk mengirim sistem pertahanan S-300 ke Republik Islam Iran.
Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2007, Rusia diminta untuk memberikan Iran setidaknya lima sistem pertahanan udara S-300.
Namun, penundaan terus berlangsung dalam memberikan sistem pertahanan dan telah beberapa kali dikritik oleh Republik Islam Iran.
Rusia telah menolak untuk memberikan S-300 ke Iran dengan dalih bahwa penjualan sistem ini dilarang oleh babak keempat resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.
Korotchenko mengecam Barat untuk meratakan tuduhan terhadap program energi nuklir Iran sebagai alasan untuk menempatkan Teheran di bawah tekanan dan berpendapat bahwa belum ada bukti pengalihan militer dalam program energi nuklir Republik Islam Iran.
Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya.
Iran telah menolak keras tuduhan yang dipimpin AS, dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir dan anggota Badan Energi Atom Internasional, Iran berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan
damai.@it/tgm/LI12
23 menit yang lalu
38 menit yang lalu
51 menit yang lalu
57 menit yang lalu
59 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu