Terkait Makin Memburuknya Hubungan dengan Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan Rusia Desak S-300 Dikirim ke Iran

Editor: | Selasa, 10 Juli 2012 19:12 WIB, 319 hari yang lalu



Kementerian Pertahanan Rusia Desak S-300 Dikirim ke Iran - Terkait Makin Memburuknya Hubungan dengan Amerika Serikat - S-300 , sistem pertahanan udara canggih milik Rusia

S-300 , sistem pertahanan udara canggih milik Rusia


LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Pertahanan Rusia Igor Korotchenko telah meminta Moskow untuk memenuhi kewajiban kontraknya kepada Teheran dan memberikan sistem pertahanan udara S-300 ke Iran.

Desakan itu terkait makin memanasnya hubungan Rusia dengan Amerika.

Baca juga: Antisipasi Perang, Iran Siap Launching Sistem Hanud Bavar 373 dan Tahun Depan, S-300 Versi Iran Siap Dioperasikan

Korotchenko mendesak Rusia untuk menjual sistem pertahanan S-300 ke Iran, dengan alasan bahwa langkah tersebut tidak bertentangan dengan mandat PBB.

Korotchenko melanjutkan dengan mengatakan bahwa Iran dan Rusia berbagi banyak posisi umum pada perkembangan internasional.

“Pengiriman sistem pertahanan S-300 ke Iran akan menjadi “langkah logis” untuk menjaga kepentingan geopolitik Moskow di wilayah tersebut,” jelas Korotchenko, Selasa (10/07).

Sebelumnya pada bulan Juli 2011, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan keluhan Teheran di Mahkamah Internasional atas  penolakan Moskow untuk mengirim sistem pertahanan S-300 ke Republik Islam Iran.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2007, Rusia diminta untuk memberikan Iran setidaknya lima sistem pertahanan udara  S-300.

Namun, penundaan terus berlangsung dalam memberikan sistem pertahanan dan telah beberapa kali dikritik oleh Republik Islam Iran.

Rusia telah menolak untuk memberikan S-300 ke Iran dengan dalih bahwa penjualan sistem ini dilarang oleh babak keempat resolusi Dewan  Keamanan PBB terhadap Iran.

Korotchenko mengecam Barat untuk meratakan tuduhan terhadap program energi nuklir Iran sebagai alasan untuk menempatkan Teheran di bawah tekanan dan berpendapat bahwa belum ada bukti pengalihan militer dalam program energi nuklir Republik Islam Iran.

Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya.

Iran telah menolak keras tuduhan yang dipimpin AS, dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir dan  anggota Badan Energi Atom Internasional, Iran berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan
damai.@it/tgm/LI12

 


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 





KODAK

VIDEO