LENSAINDONESIA.COM: Sebuah karya anak bangsa di luar negeri, digelar di Negeri Kincir Angin Belanda, tepatnya di Kota Utrecht. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Utrecht (PPI-Utrecht) bekerjasama dengan Stichting Generasi Baru (SGB) dan didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, menggelar acara ‘Utrecht Indonesian Day 2012′ (UID 2012) di Parnassos Cultuurcentrum, Kruisstraat 201, Utrecht.
Acara dimulai Pukul 11.00 CET, diawali ‘PhD Meeting’ yang diselenggarakan PPI Belanda. Isu yang diangkat dalam diskusi adalah “Masa Depan Peneliti, Penelitian dan Hasil Penelitian di Indonesia”. Dihadiri mahasiswa Indonesia di Belanda.
Baca juga: L’Oreal gelar "For Woman in Science" di USU, UGM, Unhas dan ITB dan Citra temukan dari 8 pengguna body lotion di Indonesia, hanya seorang yang benar
Pembicaranya, Prof. dr. Amin Subandrio W. Kusumo PhD., SpMK (Staf Ahli Menristek), menyampaikan materinya melalui Skype. Achmad Aditya, sebagai kandidat doktor di Leiden University, selaku perwakilan Ikatan Ilmuwan Indonesia International (I-4) hadir sebagai pembicara kedua.
Ketua PPI Utrecht, Novrizal Bahar, menyampaikan laporan dan memberikan penghargaan kepada Prof. Peter Heintz, warga Utrecht yang Dokter Ahli Kanker Kandungan. Dokter ini banyak memberikan bantuan pendidikan kedokteran di Indonesia. Misal, sebesar 220.000 euro per tahun melalui yayasan Dutch School, disaksikan Duta Besar RI untuk kerajaan Belanda, Retno Marsudi.
Acara ini diramaikan aneka workshop. Para pengunjung ikut workshop membatik, membuat layang-layang dan poco-poco. Pengunjung antusias sekali ikut workshop-workshop tersebut. Para pengunjung juga disuguhi kerajinan, juga kuliner makanan khas Indonesia. Stand-stand makanan dipadati pengunjung para mahasiswa, masyarakat Belanda maupun masyarakat Indonesia di Belanda.
Acara ini juga menampilkan budaya tarian, lagu, musik dan puisi di ruang teater Parnasos. Tempat duduk terisi penuh. Banyak penonton yang rela berdiri dan duduk di lantai. Dibuka fashion show menampilkan busana tradisional Indonesia, dan diteruskan grup band Goorja, yang mengawali nyanyi lagu “Kugadaikan Cintaku”-nya mendiang mussisi Gombloh.
Dilanjutkan tari Trunajaya dari Bali. Memukau penonton. Diakhiri tepuk tangan meriah. Puisi bertema Kota Makasar dibacakan mahasiswa Indonesia di Utrecht, Syafri Bahar. Panitia UID 2012 ikut meramaikan dengan penampilan choir lagu “Indonesia Pusaka”.
Sesi kedua, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Retno Marsudi ketika menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan UID 2012. Dan berharap agar tahun-tahun mendatang bisa menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat untuk mempromosikan Indonesia, di Belanda khususnya.
Ramon Mohandas Atase Pendidikan KBRI Den Haag
Merayap padat penonton memenuhi ruangan pusat acara UID 2012. Tari Saman PPI Utrecht juga memukau dan membuat takjub pengunjung. Empat belas penari –terdiri 10 penari putri dan 4 penari putra– kompak memainkan gerakan-gerakan tari Saman. Riuh tepuk penonton membahana. Musik gamelan Jawa perwakilan KBRI Den Haag pun tidak ketinggalan. Menembangkan lagu “Suwe Ora Jamu”, “Gugur Gunung”, “Menthok-menthok” dan “Kupu Kuwi”, “Gambang Suling” serta “Lancaran Udan Ema”.
Tim angklung PPI Utrecht tampil. Tidak saja menghibur, penonton diajak ikut bermain angklung. Menakjubkan. @Agus Purwanto (Sie Humas UID 2012)/LI04
Berita Terkait:
56 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu