Sukses Lobi FIFA

Jilbab Dalam Sepakbola Diijinkan Berkat Pangeran Ali

Editor: | Rabu, 11 Juli 2012 15:36 WIB, 343 hari yang lalu



Jilbab Dalam Sepakbola Diijinkan Berkat Pangeran Ali - Sukses Lobi FIFA - Pangeran Ali, sukses melobi FIFA

Pangeran Ali, sukses melobi FIFA


LENSAINDONESIA.COM: Pangeran Ali Bin Al Hussein adalah salah satu wakil presiden FIFA. Tak banyak yang tahu bahwa pengesahan penggunaan jilbab dalam sepakbola wanita adalah atas hasil inisiatifnya dari dalam tubuh FIFA sendiri. Dengan izin itu kini para pemain bola wanita dari negara-negara Islam bisa tampil main bola dengan tambahan jilbab di kepala, selain pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Pangeran Ali Bin Al Hussein berasal dari Yordania. Ia adalah anak keempat dari pasangan Raja Hussein almarhum dan istri ketiganya, Ratu Alia.

Baca juga: FIFA tegaskan ijin bagi pesepakbola pria mengenakan turban dan Warga Brasil tolak jadi tuan rumah Piala Konfederasi dan Piala Dunia

Sekjen FIFA Jerome Vacke mengatakan, al-Hussein sukses meyakinkan para pejabat tinggi FIFA bahwa jilbab itu lebih bersifat kultural daripada keagamaan, sebagaimana yang dituduhkan selama ini. “Sebelum ini, pada tahun 2007 FIFA mengeluarkan aturan yang melarang jilbab dipakai selama pertandingan bola dengan alasan tidak aman,” ulasnya.

Dalam sebuah wawancara dengan suratkabar Prancis, Le Parisien, Asma Guenifi, direktur sebuah lembaga hak-hak wanita bernama Ni Putes, Ni Soumises, mengatakan, aturan soal jilbab itu sebagai sebuah kemunduran total. “FIFA kemungkinan dipengaruhi oleh lobi negara-negara Timur Tengah, utamanya Qatar,” cetusnya sinis.

Sebuah insiden soal jilbab ini pernah muncul di salah satu laga sepakbola wanita di Prancis antara Petit-Bard Montpellier vs Narbonne. Salah satu pemain tim tamu, Petit-Bard Montpellier, mengenakan jilbab. Wasit yang memimpin laga menolak melanjutkan tugasnya karena larangan dari FIFA. (int/LI14)



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO