harga daging ayam merangkak naik (arief)
LENSAINDONESIA.COM: Bulan puasa Ramadhan disambut kenaikan harga daging, telor ayam, dan harga daging sapi juga ikutan naik. Kenaikan harga daging dan telor dianggap wajar lantaran hampir setiap tahun kenaikan harga dipastikan terjadi saat jelang bulan suci umat Islam tersebut.
Kenaikan harga hampir terjadi di seluruh pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura. Catatan di beberapa lapak pedagang menyebutkan, harga daging sapi tercatat naik Rp 5 ribu, dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu. Kemudian daging ayam kampung juga mengalami kenaikan Rp 3 ribu, dari Rp 45 ribu menjadi Rp 48 ribu. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras. Semula harganya Rp 14 ribu, naik menjadi Rp 18 ribu per kg.
Baca juga: Harga sembako di Sumenep masih stabil jelang kenaikan BBM dan Mendag Buka Layanan Hot Service Harga Sembako Ramadhan
Tren kenaikan harga jelang bulan suci puasa ramadhan itu, dibenarkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ahmad Aminollah. Menurut Aminolah, kenaikan harga tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan konsumen. Sedangkan stok tetap. Akibatnya, hukum ekonomi berlaku, harga pun merangkak naik.
“Seperti puasa di tahun-tahun sebelumnya, tren kenaikan harga dipicu oleh adanya meroketnya permintaan konsumen, sementara persediaan barang cenderung tetap. Makanya, harga naik,” papar Aminolah, Rabu (11/7/2012)
Aminolah menambahkan, berdasarkan hasil monitoring barang kebutuhan rumah tangga di beberapa pasar tradisional malahan ada sejumlah komoditas yang mengalami pengurangan stok. Pengurangan stok itu, bisa jadi disebabkan banyaknya permintaan barang yang sama di semua daerah di Jawa Timur. Semisal telor ayam ras yang sebelumnya dilepas dengan harga Rp 12 ribu/kg, kini sudah menembus harga Rp 18 ribu/kg. “Ini terjadi karena distributor telor ras mengurangi pasokannya,” ujarnya.
Untuk mengetahui fluktuasi harga sembako di pasaran, Aminolah menerjunkan tim Disperindag Sumenep untuk memonitor harga sembalo per satuan. Tim disebar serentak di setiap pasar tradisional se Kabupaten Sumenep. “Jadi dengan pantauan setiap hari, akan mudah dikontrol kenaikan harganya. Kalau misalnya ada komoditas yang kenaikannya tajam, maka kami bisa segera menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga,” pungkas Aminolah. @arief
Berita Terkait:
16 menit yang lalu
35 menit yang lalu
40 menit yang lalu
49 menit yang lalu
54 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu