LENSAINDONESIA.COM: Di Jatim terdapat lebih dari 700 ribu industri manufaktur dengan berbagai produk. Sekitar 60 persen merupakan skala kecil.
Sedangkan 30 persen merupakan industri menengah dan 10 persen sisanya adalah industri besar.
Baca juga: 355 Perusahaan Manufaktur Pamerkan Produk Unggulan dan Industri Manufaktur Melesat 1,23 Persen
Artinya, industri manufaktur di Jatim tersebut masih didominasi oleh industri kecil.
“Industri manufaktur di Jatim ini sangat berkembang. Pertumbuhannya juga cukup bagus. Kontribusinya terhadap pendapatan daerah, cukup besar,” ujar Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, Rabu (11/07).
Kontribusi industri manufaktur dalam pemasukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 28 persen. Termasuk dalam sektor industri olahan.
Disebutkan, rata-rata pertumbuhan industri manufaktur di Jatim di atas 10 persen per tahun. Sektor olahan merupakan terbesar kedua setelah perdagangan, hotel dan restoran.
“Pertumbuhan dari industri olahan sendiri per tahunnya mencapai 7 persen,” terang Gus Ipul, sapaan karib wakil gubernur.
Dengan semakin berkembangnya industri di Jatim dan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, lanjutnya, akan mendorong pertumbuhan industri manufaktur itu sendiri.
Ia mengklaim pasar dari industri manufaktur di Jatim, di Indonesia maupun potensi ekspornya juga semakin besar.
“Bukan hanya market di daerah dan dalam negeri, akan tetapi kita juga harus memanfaatkan peluang terhadap potensi market di luar negeri. Dan ke depannya kita berharap agar kontribusi industri manufaktur Jatim ditingkat nasional semakin meningkat,” jelas Gus Ipul. @panji
11 menit yang lalu
29 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu