LENSAINDONESIA.COM: Menurut Hariyono, sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jateng memiliki karakteristik yang berbeda dengan bank umum lainnya. Sebagai badan usaha, BPD tidak hanya dituntut untuk menghasilkan profit, namun juga mengemban misi sebagai agen pembangunan di daerah.
Selain Dirut Jateng, nara sumber lain Pengamat Ekonomi dari Undip Prof Dr FX Sugiyanto sebagai pembahas. Hariyono mengatakan, kompetisi perbankan kian ketat. Bank Jateng sendiri, tengah bertransformasi menjadi Bank Regional Champion (BRC).
Baca juga: Kejati Jateng amankan Dirut BPR Sragen dan Bantah dukung HP-Don, APKLI Jateng tetap loyal pada Bibit
”BRC merupakan program untuk meningkatkan daya saing dan kelembagaan Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia. Dalam program ini, diusung tiga pilar utama meliputi ketahanan kelembagaan yang kuat, kemampuan sebagai agent of regional development, serta kemampuan melayani kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sesuai Keputusan Mendagri Nomor 62 Tahun 1999, lanjutnya, keberadaan BPD di daerah memiliki tugas pokok untuk mengembangkan perekonomian dan menggerakkan kegiatan pembangunan di daerah. Dengan kata lain, keberadaan BPD diharapkan dapat menjadi salah satu tulang punggung pendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ”Sebagai bank daerah, BPD tentunya lebih mengenali dan mengakomodasi kekhususan dan kebutuhan daerah. Secara emosional, Bank Jateng tentunya juga lebih dekat dengan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…
Berita Terkait:
38 menit yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu