Aktivis Suriah mengibarkan bendera
LENSAINDONESIA.COM: Pengamat PBB di Suriah telah gagal untuk menentukan jumlah yang tepat dari mereka yang tewas di desa Tremseh di pusat Hama provinsi, dan rencananya akan kembali ke sana hari ini, Minggu (15/7/2012). Keluhan pada kinerja para pengamat PBB mulai bermunculan di sejumlah negara Arab, apalagi setelah kekerasan kian memuncak di Suriah.
Menurut pengamatan sementara, sejumlah gedung sekolah telah terbakar habis dan jugabeberapa rumah. Tampak bekas-bekas darah di sana-sini. Para pengamat PBB, sebagaimana dilansir media Timur-Tengah, menduga bahwa pasukan pemerintah Suriah telah menyerang rumah desertir tentara dan militan antipemerintah dengan artileri dan mortir.
Baca juga: Rusia tegaskan tak jual senjata ke Suriah dan Iran tuding Barat pasok senjata kimia ke milisi Suriah
Pada hari Jumat (13/7/2012), kantor berita yang dikelola negara SANA memuat laporan tentang pembunuhan sekitar 50 orang dalam Tremseh, sementara media oposisi mengutip angka hingga 200 korban. mena
Berita Terkait:
4 menit yang lalu
9 menit yang lalu
30 menit yang lalu
33 menit yang lalu
34 menit yang lalu
48 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu