Putaran Kedua Diyakini Pasangan Cagub-Cawabub DKI Raup 50 Persen

Meski Pilkada Aman, Maraknya Warga Golput Resahkan Walikota

Editor: | Minggu, 15 Juli 2012 23:33 WIB, 310 hari yang lalu



Meski Pilkada Aman, Maraknya Warga Golput Resahkan Walikota - Putaran Kedua Diyakini Pasangan Cagub-Cawabub DKI Raup 50 Persen- Duet Jokowi-Ahok yangmeraih kemenangan di putaran pertam Pilkada DKI 2012. *LICOM

Duet Jokowi-Ahok yangmeraih kemenangan di putaran pertam Pilkada DKI 2012. *LICOM


LENSAINDONESIA.COM: Walikota Jakarta Timur, Murdhani, mengaku bersyukur pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta 11 Juli 2012 di wilayahnya berlangsung aman dan lancar. Namun, ia menyesali masih banyak warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput).

“Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat Jakarta Timur yang berhasil menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan lancar dan aman,” katanya saat menghadiri kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jl. Raya Pemuda, Pulogadung, Jaktim, Minggu (15/7/12).

Baca juga: Fadli Zon: Indonesia sulit bangkit tanpa rasa nasionalisme dan Ingin jadi pemimpin hebat? Tanam sifat kepramukaan sejak dini

Menanggapi masih banyaknya pemilih yang tidak hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) atau menggunakan hak pilihnya pada (11/7/12) kemarin, Murdhani menanggapi masalah tersebut harus diperbaiki.

Meski ajang pemilihan Gubernur DKI Jakarta kali ini harus dituntaskan dalam dua putaran, mengingat hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga menunjukkan tidak ada pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang meraup suara lebih dari 50 persen.

“Ada satu hal yang perlu kita perbaiki pada putaran ke dua, yaitu tingkat partisipasi masyarakat harus harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Berdasarkan data sementara di Posko Bersama Kantor Walikota Jaktim, tercatat masyarakat yang datang mencoblos atau memberikan suaranya pada Pemilukada 11 Juli lalu, hanya 62-65 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal tersebut, menurut walikota, tidak baik untuk Jakarta. Sebab Jakarta merupakan Ibukota Negara yang menjadi cerminan di mata dunia internasional. (LI-13)

 



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO