Standar ISO: Pengurusan SIM di seluruh polda di Indonesia sudah menerapkan standar ISO. *LICOM
LENSAINDONESIA.COM: Sekjen International Standard Organisation (ISO) Rob Steele yang datang mengunjungi Indonesia mengatakan bahwa ada kecenderungan jika suatu negara mengaplikasikan Standardisasi dalam sistem perdagangannya maka akan mengalami pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) hingga mencapai 1 persen.
“Dunia bisnis juga diuntungkan value atau nilainya jika dengan menggunakan standar, kalau suatu perusahaan menggunakan standar dalam aplikasi bisnisnya maka bisa dimungkinkan akan dapat meraih potensi pasar 10 persen lebih baik untuk penetrasi produknya di masa datang,” kata Rob Steele bersama direktur DEVCO yang juga mantan kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Setiadi di Jakarta,
Senin (16/7/12).
Baca juga: BSN lakukan pengenalan standardisasi dini kepada siswa dan BSN Bakal Gelar Penganugerahan SNI Award
Menurutnya, Harmonisasi standar ISO yang digunakan diseluruh dunia akan lebih memudahkan aktivitas 12 sektor bisnis yakni, Pariwisata, electronik, E-commerce, logistic, health care, agro based, wood based, automotive, fisheries, rubber, air travel & textile.
Karena ISO dipandang sebagai suatu sistem memuat standar-standar yang mempengaruhi laju perkembangan perdagangan dan ekonomi dunia.
“Untuk itulah, kami akan melakukan jalinan komunikasi yang lebih baik terhadap pengembangan sistem ISO di negara-negara ASEAN dan kami telah mengunjungi Sekretariat ASEAN hingga disepakati akan segera dibuka kantor perwakilan ISO di Asean di Jakarta,” kata Rob.
Untuk itu dirinya berharap negara Indonesia melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) bisa mengharmonisasikan Standardisasi agar bisa melakukan penetrasi produk-produknya ke mancanegara. @hidayat
Berita Terkait:
9 menit yang lalu
9 menit yang lalu
9 menit yang lalu
19 menit yang lalu
41 menit yang lalu
42 menit yang lalu
42 menit yang lalu
42 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu