Geomembran seperti inilah yang akan diperbanyak untuk atasi kekeringan
LENSAINDONESIA.COM: Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Ir.Jaenal dikonfirmasi selasa ( 17/7) mengakui bahwa saat ini ada ratusan sungai dan anak sungai di Bojonegoro yang sama sekali tidak ada airnya, bahkan kondisinya banyak yang menganga tanahnya (baca: retal-retak).
Sungai tersebut berada di daerah Bubulan, Temayang, Kepohbaru, Dander, Sukosewu, Ngraho, Ngasem, Tambakrejo, Kalitidu, Padangan, Gondang, Kanor, Sumberejo, Boereno dan Margomulyo serta Purwosari.
Baca juga: Dua mantan pimpinan DRPD Bojonegoro mangkir dari sidang dan Angka kematian ibu melahirkan di Bojonegoro tinggi
Jainal menambahkan bahwa untuk mengantisipasi warga yang kekurangan air, Pemkab Bojonegoro telah membangun 17 danau berlapis atau disebut Geomembran yang berfungsi untuk tampungan air minum guna dimanfaatkan bagi warga yang kekurangan air bersih.
Geomembran ini rata-rata bisa menampung air hingga 6000 m3 seperti di Dukuh Sumberwungu Desa Kepoh Kidul, Kecamatan Kedungadem. “Kedepan, kami akan terus memperbanyak bangunan Geomembran agar krisis air yang setiap tahun melanda Bojonegoro bisa teratasi,” tandas Jainal. @hidayat
Berita Terkait:
6 menit yang lalu
17 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu