x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


PDI-P Yakin Pemilih Jokowi-Ahok Sadar Kemajemukan

Taufik Kiemas: Warga yang Ngerti Kebhinekaan Capai 30 Persen

Selasa, 17 Juli 2012 21:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Taufik Kiemas: Warga yang Ngerti Kebhinekaan Capai 30 Persen - PDI-P Yakin Pemilih Jokowi-Ahok Sadar Kemajemukan - Ketua MPR, Taufik Kiemas, Selasa (17/7/12) yakin warga yang percaya kebhinekaan sebesar 30 persen. *LICOM

Ketua MPR, Taufik Kiemas, Selasa (17/7/12) yakin warga yang percaya kebhinekaan sebesar 30 persen. *LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Taufik Kiemas, Ketua DPR, Selasa (17/7/12) yakin hampir sebagian besar warga Jakarta menganut paham kebhinekaan dalam pergaulan sosial yang majemuk. Ia juga mengakui jika kini warga ibukota lebih suka membicarakan persoalan bangsa dibandingkan membicarakan masalah kebhinekaan itu sendiri.

“Kalau buat di Jakarta kebhinekaan itu musti jalan, itu satu- satunya. Sebab saya bilang juga waktu di inti, kita bicara UUD, Pancasila gampang, tapi kalau sudah bicara kebhinekaan. Saya juga ada rasa berat, saya orang Palembang, bapak itu yang di Aceh dulu kalau saya orang jawa,” ujarnya di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Baca juga: MPR isi kursi kosong mendiang Taufik Kiemas dan suami Ratu Atut dan Ini 18 point hasil rapat MPR dan Presiden SBY terkait Pemilu

Menurut suami dari mantan persiden Megawati itu, ia sama sekali tidak mempercayai adanya isu sara yang ditiupkan sejumlah untuk menjatuhkan sejumlah pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Bila hal itu terjadi ia yakin yang rugi adalah warga Jakarta.

“Asal jangan transaksional diantara kedua belah pihak (Jokowi-Ahok dan Foke-Nara). Jadi Jokowi yakin dengan pendukungnya, Pak Fauzi yakin dengan pendukungnya. Itu cukup, nggak usah pake SARA segala macam,” ujarnya.

Menurut Taufik Kiemas, pasangan Jokowi-Ahok maupun Foke-Nara sebagai cagub-cawagub DKI diyakini memiliki pandangan ideologis yang sanggup mengundang percaya warga.

“Calon presiden nggak punya ideologi itu artinya mati, jadi zombie. Indonesia mau dibawa kemana. Saya rasa seorang Jokowi punya ideologi. Kalau dia nggak bicara tentang Pancasila, Kebhinekaan, nggak ada yang milih dia. Jadi jangan sampai presiden, wakil presiden, gubernur, bupati nggak punya ideologi. Nggak punya ideologi nggak dipercaya rakyat,” tegasnya.

Ia meyakini jika terpilih, Jokowi sanggup membuktikan diri. Sejauh ini, imbuh Ketua MPR, pengetahuan masyarakat di Indonesia tentang kebhinekaan sudah mencapai 90 persen meski yang benar-benar sadar untuk masalah kebhinekaan diyakininya baru mencapai 30 persen. @suci

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty