x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Polisi Datangkan Psikiater Periksa Kejiwaan Pelaku

Seorang Cucu di Blitar Tega Gorok Leher Neneknya

Senin, 23 Juli 2012 18:56 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Seorang Cucu di Blitar Tega Gorok Leher Neneknya - Polisi Datangkan Psikiater Periksa Kejiwaan Pelaku - Pembunuhan (ilustrasi)

Pembunuhan (ilustrasi)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pembunuhan sadis terjadi diĀ  Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (23/7/2012).

Mustifah (40) tega membunuh neneknya, Katini (75) dengan menggorok leher menggunakan sebilah pisau.

Kepala Polsek Kademangan, AKP Purwadi mengatakan, aksi pembunuhan tersebut diketahui setelah sejumlah tetangga mendengar teriakan korban. Karena curiga, beberapa warga kemudian sumber suara tersebut.

Setibanya di lokasi kejadian, warga terkejut ketika melhat tubuh kartini tergelatak berlurmur darah. Bahkan, kepalanya putus bekas sayatan pisau.

Aksi pembunuhan itu dilakukan oleh Mustifah, yang merupakan cucu dari Katini. Korban memang diketahui tinggal satu rumah dengan pelaku, dan pascakejadian ia juga berada di lokasi.

Warga yang mengetahui itu, langsung menahan pelaku dan menghubungi polisi. Mereka juga membawa pelaku untuk diperiksa.

“Pelaku kami amankan, dan saat ini masih diperiksa intensif untuk mengetahui motif sebenarnya,” katanya.

Sejumlah warga mengatakan, pelaku pernah menikah dan suaminya telah meninggal, namun menikah lagi dengan suami barunya, bernama Suwardji dan dikaruniai dua orang anak. Tapi dengan suami keduanya, ia sudah lama berpisah, bahkan dua anaknya juga ikut dibawa.

“Ia pernah berkeluarga, tapi suaminya pergi dengan dua anaknya, jadi ia (pelaku) tinggal dengan neneknya,” ucap Wagiyah, tetangga korban.

Saat ini polisi berusaha mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Rencananya, petugas juga akan mendatangkan tim psikiater untuk memeriksa kejiwaan Mustifah, sebab diduga perempuan itu menderita gangguan jiwa.

Sementara, jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Keluarga berencana segera memakamkannya di tempat pemakaman umum (TPU) di desanya.*LI-13/ant

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty