x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Diprediksi Dampak Kenaikan Harga Daging

Produksi Kedelai Jawa Tengah Meningkat Tapi Harga Justru Melambung

Rabu, 25 Juli 2012 10:17 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Produksi Kedelai Jawa Tengah Meningkat Tapi Harga Justru Melambung - Diprediksi Dampak Kenaikan Harga Daging - ist: Pengrajin tempe di Jawa Tengah

ist: Pengrajin tempe di Jawa Tengah

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menanggapi meroketnya harga kedelai, Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah, Ichwan Sudrajat, Rabu (25/7/2012), mengaku heran. Menurutnya dibandingkan tahun 2011, tingkat produksi, kebutuhan dan penyediaan kedelai mengalami kenaikan.

Hanya saja kenaikan dimungkinkan karena kebutuhan yang sangat tinggi saat Ramadhan gara-gara melambungnya harga daging ayam dan sapi. Sekedar diketahui bahwa kedelai adalah bahan utama tahu dan tempe yang menjadi makanan khas warga Indonesia karena harganya yang murah. Karena tahu dan tempe diburu banyak orang, maka akhirnya harga kedelai naik tajam.

Baca juga: Kedelai Jember "happy" ekspor ke Jepang 5000 ton dan Hakim mendadak putuskan menahan terdakwa penggelapan bisnis kedelai

Data Tahun 2011, menyebutkan dari total area 81.988 ha dengan produksi 13.69 Ha sawah mampu menghasilkan 112,273 ton kedelai. Sementara total kebutuhan kedelai di tahun 2011 sebesar 650.782 ton. Menurutnya, luas panen 50.678 Ha sawah petani, dengan produksi 15,40 Ha kedelai hanya mampu menghasilkan 77.910 ton.

“Untuk Jawa Tengah produksi kedelai lokal hanya mampu meng-cover 30 % dari total kebutuhan kedelai, sehingga kekurangannya 70% dipenuhi dari kedelai impor Amerika serikat” tegas Ichwan.

Lebih lanjut, Ichwan menambahkan untuk harga normal kedelai di wilayah Jawa Tengah, berkisar sekitar Rp.6.500 -Rp. 7.000,- “jika harga kedelai terus naik, pengrajin kedelai akan kelimpungan,” tambahnya.

Produksi, penyediaan dan kebutuhan kedelai Jawa Tengah sampai bulan Juni 2012 mengalami penyusutan sebesar 15%. Dari total 373.107 ton kebutuhan kedelai hanya mampu terpenuhi 306.884 ton. Total kebutuhan kedelai tersebut, 70% didatangkan dari kedelai impor Amerika Serikat.

Sementara itu kebutuhan kedelai nasional masih mengandalkan impor sebesar 60%. Dengan produksi dalam negeri yang hanya memasok 800.000 ton, padahal dari total kebutuhan hingga 3 juta ton per tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa pengrajin tempe dan tahu di wilayah Jawa Tengah kelimpungan karena harga kedelai melonjak drastis melebihi 10 % dari harga normal. Harga kedelai dipasaran telah mencekik produsen, dengan rata-rata 7.500-Rp. 8.000 dipasaran. @nur

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty