Petani tembakau Pamekasan sedang menjemur hasil panen
LENSAINDONESIA.COM: Perwakilan pabrikan rokok PT Gudang Garam di Pamekasan, diprediksi baru akan membuka gudang awal Agustus nanti. Padahal, sebelumnya sudah beredar kabar PT GG bakal melakukan transaksi atau membeli tembakau rajang pada medio Juli lalu.
Menurut Suli Faris, pedagang tembakau asal Larangan, instruksi pembelian yang seharusnya dilakukan sejak medio Juli lalu mendadak diundur sebulan. “Jika dibuka medio Juli lalu, pihak pabrikan khawatirkan petani nekad memanen muda dan daun tembakau tidak matang benar,” jelas Suli, Rabu (25/7/2012).
Baca juga: Harga tembakau di Madiun anjlok dan DPR akhirnya 'pasang badan' pertahankan industri kretek agar tidak dimatikan
Suli memandang aksi nekad petani memanen muda atau lebih awal bisa saja terjadi. Sebab, petani tembakau musim tahun ini bertepatan dengan bulan puasa yang berujung hari raya lebaran.
“Bisa jadi manajemen gudang pabrikan rokok dari Kediri itu membaca psikologis petani di hari-hari puasa ini. Secara psikis dan fisik, petani dipastikan sangat membutuhkan uang. Karenanya mereka bisa nekad panen muda agar cepat dapat uang,” papar Suli.
Jika panen muda dibiarkan, bukan hanya kalangan petani yang merugi. Kalangan pabrikan rokok yang memiliki gudang di Pamekasan juga merugi. Pabrikan bakal kesulitan mendapatkan tembakau rajang yang berkualitas tinggi.
Menurut Suli, penundaan selama sebulan untuk membeli tembakau rajang kering itu dipandang sebagai keputusan yang tepat. Keputusan yang baik bagi pabrikan dan petani.
Suli memprediksi kualitas tembakau rajang kering produksi Pamekasan bakal tinggi. Sebab, cuaca kering dengan cahaya matahari selama 12 jam akan memberi hasil pengeringan tembakau rajang yang maksimal dan minim kadar air.
“Jika cuaca tetap kering seperti sekarang ini, maka harga tembakau tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu,” kata Suli.
Pada musim tahun 2011 lalu, harga per kilo tembakau rajang di Pamekasan dipatok dalam kisaran Rp 24 ribu-Rp 40 ribu. Dengan kisaran harga tersebut, petani bisa meraup keuntungan. Sebab, biaya produksi tembakau rajang berada pada angka Rp 21 ribu/Kg.
“Semoga saja harga tembakau tahun ini bisa menguntungkan petani. Biar petani tembakau bisa menyenangkan keluarganya pada saat lebaran tiba,” harap Suli. @arief
Berita Terkait:
3 menit yang lalu
12 menit yang lalu
33 menit yang lalu
2 jam yang lalu
11 jam yang lalu
12 jam yang lalu
12 jam yang lalu
12 jam yang lalu
12 jam yang lalu
13 jam yang lalu