x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dede Yusuf: Kita Dorong Untuk Lebih Fokus ke Produksi Kedelai

Kelangkaan Kedelai, Wagub Jabar Koordinasi dengan Disperindag

Sabtu, 28 Juli 2012 01:28 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kelangkaan Kedelai, Wagub Jabar Koordinasi dengan Disperindag - Dede Yusuf: Kita Dorong Untuk Lebih Fokus ke Produksi Kedelai - Ist/Dede Yusuf

Ist/Dede Yusuf

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kelangkaan komoditi kedelai yang merupakan bahan pokok untuk pembuatan tempe dan tahu, Dede Yusuf mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustri dan Perdagangan dan Pertanian Jabar.

Dia meminta agar segera dilakukan langkah-langkah yang strategis dalam dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga kedelai dalam beberapa minggu terakhir ini.

Baca juga: PBHI Jkt: Agung Podomoro peralat Brimob caplok lahan petani Karawang dan Pemprov Jabar segera bongkar bangunan PT Kahatex

Kelangkaan kedelai di Jabar, karena kebutuhan kedelai di Jabar 60% tergantung impor dari luar, 40 % lagi produksi sendiri.

“Untuk kedepan kita akan dorong untuk lebih memfokuskan ke produksi kedelai. Penanaman kedelai tidak terlalu sulit, tinggal bagaimana kita cara mengelola dengan baik, benar dengan bibit yang unggul. Sehingga, menghasilkan produksi kedelai cukup baik dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya Dinas Pertanian lebih memfokuskan produk-produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kebutuhan yang tinggi, seperti kedelai dan jagung.

“Kedepan kita akan menegur dan mengingatkan dinas terkait agar dalam memprogram suatu kegiatan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat yang sudah memiliki market cukup besar di Jabar ini,” paparnya.

Wagub mengakui, pada tahun anggaran 2011 memiliki SILPA mencapai Rp 3 triliun lebih. “Ini menandakan penyusunan program dan aggaran belum mateng. Seandainya saja dari SILPA 25 persennya diperuntukan untuk sektor perekonomian, saya yakin problematika seperti kelangkaan kedelai tidak akan terjadi,” tambahnya. @husein

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty