ist: Blok Cepu masih belum bisa maksimal eksplorasi minyak
LENSAINDONESIA.COM: Keinginan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan semburan minyak bumi dan Gas hingga 20 persen sampai saat ini belum bisa terealisasi gara-gara tidak maksimalnya penyediaan lahan tanah. Menurut Field Public and Gevernment Affairs Manager Mobil Cepu Limited (MCL), Rexy Mawardidjaya, lahan yang harus disediakan sedikitnya 600 hektar.
Penambahan penyediaan lahan dipastikan sedikit terhambat karena lahan seluas itu membutuhkan dana trilliunan rupiah. Apalagi saat ini harga tanah di sekitar Blok Cepu sudah melambung tinggi hingga mencapai Rp400.000, per meternya.
Baca juga: Bupati Bojonegoro ancam cabut izin proyek migas Blok Cepu dan Proyek Blok Cepu Banyak Melanggar Perda Konten Lokal
Itu belum dihitung kalau diatas tanah warga itu terdapat tananam jati. Dipastikan harganya bisa melejit hingga dua kali lipat karena menurut aturan yang ada harga jati tersebut dihitung perpohonnya.
“Lahan seluas itu untuk proyek Engineering procurement and construction (EPC) 1 hingga 5 Banyuurip Blok Cepu. Hingga saat ini lahannya masih kurang. Namun pihaknya terus menambah pembelian tanah dan sebagian lagi masih dalam proses administrasi,” cetus Rexy.
Mugito, warga Desa Gayam yang masuk ring I, mengatakan saat ini masyarakat sudah pintar untuk tidak sembarang menjual aset lahannya karena dikhawatirkan dimanfaatkan calo tanah. “Yang jelas kita mau harga sepadan dan tidak mau ada keterlibatan calo tanah,” tegasnya. @hidayat
Berita Terkait:
8 menit yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
11 jam yang lalu
11 jam yang lalu
12 jam yang lalu
12 jam yang lalu