x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Diagnosa Sakit Jantung, Kaki Pasien Diamputasi

Penyelesaian Kasus Malpraktek di Jombang Menemui Jalan Buntu

Kamis, 02 Agustus 2012 21:43 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Penyelesaian Kasus Malpraktek di Jombang Menemui Jalan Buntu - Diagnosa Sakit Jantung, Kaki Pasien Diamputasi - KEHILANGAN KAKI: Abdul Manan korban malpraktek RSUD Swadana Jombang

KEHILANGAN KAKI: Abdul Manan korban malpraktek RSUD Swadana Jombang

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Penyelesaian kasus dugaan malpraktek di RSUD Swadana Kabupaten Jombang melalui hearing di ruang komisi D DPRD setempat menemui jalan buntu.

Upaya Komisi D mempertemukan keluarga korban malpraktek dan perwakilan RSUD Swadana Jombang agar permasalahan segera diselesaikan, tidak membuahkahkan hasil apa-apa. Sebab, dalam hearing tersebut, masing-masing pihak saling memojokkan satu sama lain dan mempertahankan argumenya masing masing.

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdaltul Ulama (NU) Jombang selaku pendamping korban menyatakan bahwa dokter tekah salah memberi obat saat melakukan tindakan medis sehingga pasien jantung tersebut mengalami strok berat. Dan anehnya, kaki Abdul Manan (pasien) malah diamputasi.

Sementara forum fasilitasi RSUD Swadana Jombang ‘ngeyel’ kalau tindakan medis dokter sudah sesuai dengan protap (prosedur tetap).

Karena menuai jalan buntu, DPRD Jombang akhinya lepas tangan dan menyerahkan penyelesaian kepada masing masing pihak.

Alhasil, rasa kecewa yang mendalam hasus dialami Sri Masriah (58) istri korban. “Saya kecewa. Kami ini dirugikan. Suami saya kehilangan kaki akibat kelalaian dokter,” keluhnya kepada LICOM usai hearing, Kamis (2/8/2012).

Sementara itu, Deputi Direktur Urusan Advokasi & Kebijakan Publik Lakpesdam NU Jombang Aan Anshori, mengatakan hearing yang tidak memunculkan rekomendasi apapun tersebut sangat mengecewakan dan janggal. Sebab, yang disampakan istri korban tidak sepenuhnya salah.

Agar kasus kasus malpraktik terhadap pasen tersebut dapat dipertanggungjawabkan, Lakpesdam akan mendorong keluarga korban meneruskan masalah ini dengan melaporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan menempuh hukum.

“Kita mencari keadilan. Kami akan melaporkan hal ke IDI dan menempuh jalur hukum,” tegasnya usai hearing.

Dilain pihak, Direktur rumah sakit swadana, drg Subandriyah, mengatakan dirinya merasa kecewa dengan pihak korban, karena setelah keluar rumah tidak lagi datang untuk melakukan rehabilitasi.

Dihadapan para anggota dewan, Subandriyah meminta pada istri manan untuk kembali ke rumah sakit untuk melakukan rehabilitasi demi kebaikan kesehatanya. “Hal ini sebagai rasa kekewatiran kami pada Pak Manan,” bujuknya.

Menggapi rayuan itu, Sri Masriah menyatakan tidak akan membawa suaminya ke RSUD Jombang lagi sebab secara psikologis, korban masih trauma dengan tindakan dokter.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan malpraktek kembali terjadi di RSUD Swadana Jombang.

Setelah Muhammad Erick Indra Effendi (16) yang meninggal dunia pada 8 Meret 2011 lalu diduga akibat mal praktek dan kelalaian dokter Dr Wahyu Widjanarko, SP JP, kali ini hal serupa juga menimpa Manan, seorang pasien penyakit jantung.

Abdul Manan (61) warga Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Kota Jombang yang didiagnosa mengindap penyakit jantung malah kakinya yang diamputasi.*yuanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty