Ist/Ilustrasi Partai Demokrat
LENSAINDONESIA.COM: Setelah dikabarkan hilang selama dua hari sejak Kamis (2/8/2012) lalu, Fairuz SH kandidat dalam bursa Ketua DPC (Dewan Pengurus Cabang) Partai Demokrat Surabaya, yang juga pengacara sekaligus Sekretaris Komisi Pengawas DPC PD akhirnya kembali muncul.
Hal itu membuat Fairuz diperiksa Polrestabes Surabaya setelah dikabarkan pulang. Kepada petugas, wanita berjilbab ini mengaku diculik. Guna menjelaskan kepergiannya selama dua hari, aktivis Partai Demokrat ini menjalani pemeriksaan di Subnit Vice Control Jatanum Reskrim Polrestabes Surabaya.
Baca juga: Demokrat optimis Bacaleg PD bersih dari masalah hukum dan Demokrat coret Gubernur Maluku Utara dari daftar bacaleg
Kasat Reskrim AKBP Farman menjelaskan, pihaknya masih menggali keterangan pelapor terkait dengan kejadian yang dialaminya. “Korban yang dilaporkan hilang atau tidak pulang baru saja diperiksa. Jadi, kami belum bisa memberikan keterangan lebih dalam, apakah ini ada unsur penculikan atau bagaimana,” terangnya.
Berdasarkan keterangan Fairuz usai diperiksa, kejadian tersebut dialami pada Selasa (31/7/2012) siang. Saat itu, sesuai dengan komunikasi lewat telepon, ada seseorang yang ingin menjadi kliennya dan kemudian datang ke Kantor Fairuz di Jl Pahlawan.
“Saya pun sebagai pengacara menemui di kantor walaupun saat itu mereka sempat memajukan jam datang dari jam 14.00 WIB menjadi jam 12.00 WIB,” katanya.
Dia mengaku bertemu di kantornya dengan dua laki-laki dan seorang perempuan yang mengatakan, merekalah yang ingin menjadi kliennya. “Tapi, sebelum memberikan kuasa sebagai syarat awal, mereka sudah mengeluarkan uang tunai Rp 25 juta. Saya kemudian meminta agar fee pengacara tersebut dimasukkan ke dalam rekening BCA saya,” paparnya.
Dengan alasan tak mau ribet, akhirnya ketiganya mengajak Fairuz ikut serta ke bank. Tanpa curiga, Fairuz pun turut serta dengan naik mobil mereka. Namun, saat itu mereka melajukan mobilnya ke arah luar kota dan akhirnya masuk Tol Bundaran Waru arah Malang.
“Di tengah tol saya sempat mencoba menarik perhatian mobil polisi yang melintas disamping mobil, tapi mereka langsung mengunci pintu. Setelah itu, seorang lelaki yang semula duduk di jok depan bergeser ke jok tengah dan menutup mata saya,” tandasnya.
Kondisi mata tertutup itu dialami Fairuz sampai akhirnya mereka sampai disebuah tempat yang tidak diketahui olehnya. “Tapi, ada ayam dan bebek di sekitar rumah. Di hari kedua, saya pindah tempat lagi dengan kondisi lebih baik dari lokasi yang pertama,” jelasnya.
Selama penculikan, aktivis partai berlogo mercy ini mengaku, hanya mendapatkan jatah makan sekali dan sebotol minuman. “Saya tidak diberi kesempatan untuk sahur dan berbuka. Akhirnya, mereka menyatakan akan membebaskan saya bila saya mundur dari pencalonan diri sebagai Ketua DPC,” tegasnya.
Demi keselamatan diri dan keluarganya, akhirnya permintaan itu disanggupi. “Malah saya sempat berjabat tangan dengan mereka saat saya menyatakan mundur dari pencalonan tersebut. Setelah itu, saya diajak keluar dengan mata kembali ditutup selama dalam perjalanan. Akhirnya, saya diturunkan di kawasan Krian dan sempat mampir di salah satu supermarket dan ditinggal,” tambahnya. @dhimas
Berita Terkait:
20 menit yang lalu
2 jam yang lalu
11 jam yang lalu
11 jam yang lalu
11 jam yang lalu
12 jam yang lalu
12 jam yang lalu
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
14 jam yang lalu