Yuk, pertahankan budaya silaturahmi masal Indonesia ala 'wong cilik'. Dokumen mudik tahun lalu. *ist*ist
LENSAINDONESIA.COM: Meski menyoroti keras jalur pantura saat lebaran rawan kecelakaan dan penjahat, ternyata DPP PAN menyiap agenda khusus membantu kemudahan masyarakat yang bekerja di Jakarta untuk mudik lebaran. Bahkan, PAN menargetkan 5000 pemudik secara gratis.
“Melihat animo masyarakat yang begitu besar pada tahun lalu, panita menargetkan 5000 orang pemudik,” ujar Teguh Juwarno, yang anggota DPR RI dari Fraksi PAN kepada LICOM saat gelar Media Gathering Tegal-Brebes di Hotel Bahari Inn Kota tegal, Sabtu (04/08/2012).
Baca juga: Wakil Ketua DPR RI: Anggota dewan harusnya mengetahui etika bersidang dan KPU "plin-plan" dan lamban, PAN dan Bacaleg sempat bingung
PAN akan menyediakan 200 unit bus kelas eksekutif AC bagi para pemudik. Ada pun daerah-daerah tujuan mudik bareng, yakni Yogyakarta, Tegal, Brebes, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Madiun, Jember, Kudus, Jepara sampai Bali.
Menurut Teguh, pemberangkatan akan dilakukan di 2 titik yakni, di Parkir Selatan Senayan dan Plaza Timur (gelora Bung Karno) pada 15 Agustus 2012 mendatang. Bagi masyarakat yang ingin ikut mudik bareng diminta menyerahkan data
diri dan mengisi formulir pendaftaran di 2 Posko mudik bareng PAN. Masing-masing di Wisma Nusantara 1 Gedung DPR RI dan Jl, TB Simatupang 88 Jakarta Selatan.
selain itu, Teguh menambahkan tujuan PAN mengadakan mudik bareng ini untuk mewujudkan mimpi masyarakat dan membantu kemudahan warga yang tak mampu yang menginginkan mudik dikampung halamannya saat lebaran mendatang. “program mudik bareng ini bukanlah kali pertama yang pernah digelar PAN,” tegas Teguh.
Dengan begitu, praktis masyarakat kecil yang bekerja di Jakarta dengan gaji UMR bisa tersenyum karena dengan mudah dapat mudik lebaran berkumpul keluarga. Pasalnya, tidak sedikit warga Jakarta dari lapisan bawah mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan tiket ekonomi Kereta Api.
“Saya putus asa bisa lebaran di rumah. Abis pesan tiket ekonomi, sekarang ini sudah habis. Padahal, kalo beli dicalo ada. Harganya lima sampai sepuluh kali lipat,” keluh Jajang, penjual martabak di Jakarta Selatan, asal Brebes kepada Licom. @boy/agus
Berita Terkait:
10 menit yang lalu
28 menit yang lalu
54 menit yang lalu
55 menit yang lalu
57 menit yang lalu
59 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu