Jembatan Branjangan Diganti Baru

Pembangunan Jembatan Branjangan ‘Sedot’ Anggaran Rp 60,2 Miliar

Editor: | Minggu, 05 Agustus 2012 00:28 WIB, 291 hari yang lalu



Pembangunan Jembatan Branjangan ‘Sedot’ Anggaran Rp 60,2 Miliar - Jembatan Branjangan Diganti Baru - Jembatan Branjangan yang akan diganti dengan jembatan baru.

Jembatan Branjangan yang akan diganti dengan jembatan baru.


LENSAINDONESIA.COM: Kasatker Metropolitan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) V Kementerian PU, Tutuk Suryo Sujatmiko, menyatakan tidak akan memeperbaiki Jembatan Branjangan yang sudah 32 tahun berdiri atau sekitar 1980 an dibangun. Jembatan itu dipastikan tidak akan direnovasi, tapi dibangun baru mulai 10 Februari 2013.

Mengingat situasi dan kondisi arus mudik peningkatan kendaraan, prediksinya bisa sampai 10-20 persen. “Untuk itu, sudah dilakukan tahap pelebaran jalan dan pengurukan serta pemadatan jalan. Sementara, arah transportasi dialihkan ke daerah tol bisa mencapai 30 hingga 40 persen,” terangnya, Sabtu, (4/8/2012).

Baca juga: Tender dinas PU Gorontalo disinyalir marak 'pungli' dan Antisipasi Banjir, Dinas PU Pengairan Jatim Keruk Sedimentasi Sungai

Konstruksi Jembatan Branjangan sendiri menurutnya hanya diperuntukkan Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 ton. Faktanya, rata-rata kendaraan yang melintasi jembatan melebihi MST 10 ton. Padahal, ukuran jembatan ini memiliki panjang 53 m yang terletak pada ruas Jalan Raya Gresik di KM Sby 9+500 antara Margomulyo dan Terminal Oso Wilangun.

Setelah melakukan rapat koordinasi bersama dinas terkait, sambungnya, seperti Organda DPC khusus Perak, Ditlantas Polda Jatim, Dinas PU Bina Marga Jatim, Dinas Perhubungan Jatim, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Satlantas Polrestabes Surabaya, Kepala SNVT P2JN Jatim, Konsultan Manageman BBPJN V, telah memunculkan kesepakatan baru.

“Perbaikan jembatan branjangan membutuhkan anggaran sekitar Rp 60 miliar untuk membangun yang baru. Alasannya, potensi kerusakan juga tinggi dan harus segera ada pembenahan. Selain itu juga masih dibutuhkan biaya tambahan sekitar Rp 100 juta-Rp 200 juta untuk jalur alternatifnya guna menanggulangi kemacetan,” pungkasnya.@Jey



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO