x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kasus Ditangani Polres Blora

Anggaran Hibah APBD Blora Jadi Bancaan Pejabat Pemkab

Senin, 06 Agustus 2012 17:57 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Anggaran Hibah APBD Blora Jadi Bancaan Pejabat Pemkab - Kasus Ditangani Polres Blora - ist: Persikaba Blora dijadikan tempat untuk korupsi oleh sejumlah oknum

ist: Persikaba Blora dijadikan tempat untuk korupsi oleh sejumlah oknum

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Dugaan penyimpangan anggaran hibah APBD 2009 Kabupaten Blora senilai Rp 3,4 Milyar di tubuh Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Blora (Persikaba Blora) terkuak dipublik. Kasus dugaan korupsi itu sekarang dalam proses penyelidikan di Polres Blora, Jawa Tengah.

Informasi yang masuk ke LICOM, hibah Rp 3,4 Milyar seharusnya diperuntukkan untuk kegiatan Persikaba Blora agar bisa lolos ke divisi Utama PSSI. Belakangan diketahui jika Persikaba tidak masuk divisi utama dan justru anggaran dijadikan bancaan masing-masing pengurus dan pejabat teras pemkab Blora.

Baca juga: Ruko tak berijin berdiri diatas tanah bengkok desa dan Bertahun-tahun 45 KK warga Dukuh Ngawoh Megeri hidup dalam kegelapan

Disinyalir ada aliran dana sebesar 600 juta masuk ke rekening beberapa pejabat teras Blora dan pengurus Persikaba atas nama KA, BR dan ZAI. Anehnya oknum tersebut bukan sebagai anggota atau pegurus Persikaba Blora periode 2009-sekarang.

Ditemui di Blora, Senin (6/8/2012), KA yang saat ini menjabat Kepala Humas Pemkab Blora, mengakui ada aliran dana yang masuk ke dirinya. Tetapi, aliran dana 600 juta itu diterima 6 orang dan digunakan untuk membayar hutang kompetisi sepakbola tahun 2008 yang masih tertanggung sebelumnya. “Saya secara pribadi hanya menerima 68 juta saja,” kilahnya.

KA juga mengakui, dirinya selama periode 2009 tidak lagi menjabat pengurus Persikaba. “Nawaitu (niat) saya baik mas, uang itu diketahui organisasi dan pengurus tahun 2009,” lanjut KA.

Justru KA menyalahkan pengurus Persikaba tahun 2009, yang tidak bisa menyelesaikan kompetisi menuju devisi utama. Lebih lanjut KA mengakui dirinya dan rekan-rekannya telah dipanggil penyidik Polres Blora selama 2 kali untuk dimintai keterangan sebagai saksi. “Dalam kasus ini saya hanya pasrah mas, untuk lebih lanjut tanyakan kepada pengurus saat ini (periode sekarang),” pungkas KA.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Aan Hardiyanshah tidak mau berkomentar lebih jauh. “Masih kita dalami kasusnya,” ujarnya singkat. @nur

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty