Korupsi Kemenkes Rp 718 Miliar, Bareskrim Mulai Tetapkan Tersangka

LENSAINDONESIA.COM: Bareskrim Polri telah mengungkap dugaan terjadinya tindak pidan korupsi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Yakni, pengadaan peralatan pembangunan fasilitas produksi riset dan ahli teknologi produksi vaksin flu burung di Kemenkes TA 2008-2010.

Kini, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan TTS sebagai tersangka. TTS dijadikan tersangka lantaran selaku pejabat pembuat komitmen dari Kementerian Kesehatan.

Sementara, Kapala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Boy Rafli Amar menyampaikan, jika proyek ini sifatnya multiyears dengan nilai kontrak sebesar Rp 718.800.551.000

Ditentukannya TTS sebagai tersangka setelah Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan kepada puluhan orang yang terlibat langsung dalam proyek pengadaan peralatan pembangunan fasilitas produksi riset dan ahli teknologi produksi vaksin flu burung.

“15 orang panitia sebagai pengadaan barang dan jasa, 15 orang panitia penerima barang Kemdudian tim teknis ada sebelas orang dari staf PT Bio Farma dan Unaeil Vendornya ada 3 orang,” jelasnya.

Menurut Boy, tim penyidik Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di beberapa tempat di Bandung dan Kantor Kementerian serta lab milik Perguruan Tinggi di Surabaya.

“Pertama PT Bio Farma Patir, PT Bio Farma di Cisarua Bandung, sebuah gudang di Buah Batu Bandung dan juga labolatorium milik Universitas di Surbaya serta Kantor Dirjen PP PL,” tegasnya.

Dari hasil penggeledahan, penyidik Bareskrim Polri berhasil menyita uang pengembalian berbentuk rupiah dan dolar. Yakni, sebesar Rp 224 juta serta $ 31200.

“Semuanya sudah ditetapkan jadi barang bukti oleh tim peyidik kita,” ungkapnya.

“Kasus ini telah dilakukan upaya pengembangan lebih lanjut dari proses penyelidikan yang ada. Dan masih dalam tahap evaluasi tim penyidik,” paparnya. @aligarut