x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Libatkan Mantan Bupati dan Oknum Anggota DPRD

Kasus Korupsi Kasda Mojokerto Segera Disidangkan

Kamis, 09 Agustus 2012 13:53 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kasus Korupsi Kasda Mojokerto Segera Disidangkan - Libatkan Mantan Bupati dan Oknum Anggota DPRD - ist Ahmadi, mantan Bupati Mojokerto yang kesandung kasus korupsi

ist Ahmadi, mantan Bupati Mojokerto yang kesandung kasus korupsi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Terlibat kasus dugaan korupsi Kas Daerah, dua orang mantan Bupati Mojokerto yakni Ahmadi dan Suwandi, serta seorang anggota DPRD di wilayah yang sama, Suminto Adi, akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Hal ini karena berkas salah seorang terdakwa, Ahmadi sudah dilimpahkan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto ke Pengadilan tipikor Surabaya.

Baca juga: DPRD Kota Mojokerto sahkan Perda pembatasan swalayan dan Konflik pedagang asongan Mojokerto dan Daops VIII PT KAI

Diungkapkan salah seorang Panitera Muda (Panmud) Pidana Khusus (Pidsus) Suhadak, Kamis (9/8/2012), karena biasanya sidang perdana digelar seminggu setelah pelimpahan berkas ke pengadilan, maka kemungkinan sidang kasus ini akan digelar sebelum masa cuti bersama hari raya. “Mungkin sidang perdana terdakwa Ahmadi tanggal 16 minggu depan, itu berarti sebelum cuti bersama,” jelasnya.

Sebelumnya, Ahmadi dan Suwandi ditangkap karena dinilai bertanggungjawab atas pengeluaran kasda sepanjang tahun 2002-2010. Berdasarkan LHP BPK Jatim nomor 54/LHP-Jatim/XVIII/2012 medio 2002-2008, kerugian negara diketahui sebesar 61 Milyar rupiah.

Sepanjang masa jabatan mereka pada 2002-2010, Ahmadi dan Suwandi diketahui telah berhasil mencairkan dana hingga 40 Milyar rupiah. Sementara sisanya belum diketahui pasti siapa yang bertanggung jawab.

Ulah kedua tersangka dibantu salah seorang anggota DPRD Mojokerto yang belakangan juga ditetapkan sebagai tersangka, Suminto Adi, yang kala itu menjabat sebagai Kasi Pelayanan Nasabah Bank Jatim Cabang Mojokerto. Modusnya, para tersangka melakukan pencairan dana atas nama rekening koran fiktif untuk mengelabui audit BPK. @anne




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty