Ilustrasi; Beras berkutu/Ist.
LENSAINDONESIA.COM: Meski sudah ada tim independen yang mengawasi masuknya beras di gudang Bulog, ternyata masih juga “kecolongan“. Beras yang bebas ‘berlalu-lalang’ yang diberikan pada masyarakat miskin tersebut tak lain beras remuk dan berkutu.
Daerah yang ‘apes’ menerima beras itu ada di daerah Kedungadem, Sumberejo serta Kepohbaru.
Baca juga: Penuhi target 103 ribu ton, Bulog genjot pembelian beras dan Distan Jatim Dukung Upaya Bulog Serap Beras Petani 1,1 Juta Ton
Menurut Setyo Wibowo, Ketua LSM Rajekwesi pada LI.com sabtu (11/8). Pihaknya “turun gunung” ke berbagai pelosok desa untuk memantau beras raskin yang ada. Dari hasil pantauannya, di tiga desa itu warga miskin yang mendapatkan jatah memang tidak layak. “Selain yang diterima berasnya remuk, juga ditemui banyaknya kutu yang berkeliaran di dalam beras,” tegas Setyo.
Seharusnya, dari data yang didapat LSM, beras yang diberikan pada warga adalah beras dengan kwalitas medium II (kwalitas sedang). Namun kenyataan di lapangan, yang dibagikan pada warga adalah beras yang tidak sesui dengan kwalitas yang telah ditentukan. “Sehingga ini malah menyengsarakan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Sub Drivre Bojonegoro, Damin mengatakan. Dengan temuan yang ada di lapangan, pihaknya bertanggungjawab akan menganti beras yang sudah diterima warga. Selain itu, pihak Bulog juga berjanji akan memberi sangsi tegas pada rekanan Bulog yang selama ini masih tetap “mokong” mengirim beras jelek tersebut.@hidayat
Berita Terkait:
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu