Romahurmuziy: Naif Bila Tidak Percaya Survei

Meski Tak Sesuai Fakta, Pemilih Partai Islam Diyakini Anjlok

Editor: | Sabtu, 11 Agustus 2012 19:53 WIB, 283 hari yang lalu



Meski Tak Sesuai Fakta, Pemilih Partai Islam Diyakini Anjlok - Romahurmuziy: Naif Bila Tidak Percaya Survei - Kampanye PPP di Jakarta. *ist

Kampanye PPP di Jakarta. *ist


LENSAINDONESIA.COM: Penurunan suara partai politik pada pemilihan umum legislatif 2014 seperti hasil survei Harian Kompas dinilai Partai Persatuan Pembangunan tak hanya terjadi pada partai Islam melainkan ikut menimpa partai besar.

Sekjen PPP Mochammad Romahurmuziy kepada wartawan mengatakan penurunan suara parpol pada pemilu 2014, harus menjadi pelajaran untuk berbenah agar tetap mendapat kepercayan dari masyarakat.

Baca juga: PPP: Pemilu 2014 Sebagai Titik Awal Tentukan Kehidupan Berbangsa dan Formappi: Calonkan Angel Lelga di parlemen, PPP beruntung

“Kalau saya melihat bukan hanya partai Islam. Perlu diluruskan ini masalah bukan hanya partai menengah. Kalau kita lihat angka sesungguhnya turunnya perolehan suara partai Islam menjadi cabuk untuk berbenah karna masih ada waktu,” kata Mochammad Romahurmuziy, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (11/8/12).

Menurut dia, penurunan parpol menengah khususnya partai Islam disebabkan belum adanya figur yang kuat dimata masyarakat. Padahal selama ini ketokohan menjadi prioritas bagi masyarakat khususnya pemilih yang berpendidikan rendah.

Kendati demikian, penurunan suara parpol Islam belum pada tahap yang mengkhawatirkan. Pasalnya penurunan suara parpol Islam hanya terjadi pada era orde baru tepatnya tahun 1987, ketika itu partai Islam yang diwakili oleh PPP hanya memperoleh dukungan suara 15 persen.

“Kita belum menganggap serius turunnya suara partai berbasis Islam. Sekarang kan suara berbasis Islam masih 20 persen,” ujarnya.

Seperti diketahui hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas pada Juli lalu menunjukan penurunan suara partai-partai politik besar dan menengah. Partai berhaluan Islam seperti PKS, PAN, PPP dan PKB, hanya mendapat suara masing-masing, 2,5 persen, 1,8 persen, 1 persen dan 0,4 persen.

Ketika disinggung apakah Politikus PPP itu percaya dengan lembaga survei, dia menjawab hasil survei merupakan barometer real kendati terkadang hasilnya tidak sesuai dengan realitas dimasyarakat.

“Survei adalah barometer. Naif kalau hari ini tidak mempercayai hasil survei walau terkadang tidak sesuai dengan kenyataan,” tegasnya. @LI-13



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO