Akibat Ketergantungan Pada Bulutangkis

Olimpiade Jeblok, Menpora Yakin Prestasi Merah Putih Tidak Jelek

Editor: | Sabtu, 11 Agustus 2012 21:10 WIB, 287 hari yang lalu



Olimpiade Jeblok, Menpora Yakin Prestasi Merah Putih Tidak Jelek - Akibat Ketergantungan Pada Bulutangkis - Akibat ketergantungan pada Bulutangkis, prestasi Indonesia di Olimpiade London 2012 makin anjlop meski kontingen merah putih mendapat medali di sejumlah cabor individu lainnya. *LICOM

Akibat ketergantungan pada Bulutangkis, prestasi Indonesia di Olimpiade London 2012 makin anjlop meski kontingen merah putih mendapat medali di sejumlah cabor individu lainnya. *LICOM


LENSAINDONESIA.COM: Hasil Olimpiade London 2012 kali ini diaklui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Malarangeng sebagai prestasi yang terburuk sejak Indonesia mendapatkan emas pada Olimpiade Athena 1992. Namun dirinya menilai bahwa prestasi Merah Putih tidak menurun. Hal itu dikatakannya di Jakarta, (10/8/12).

“Kalau dibilang prestasi turun, ya tidak juga. Dari hasil kemarin, masing-masing atlet kecuali bulutangkis hasilnya lebih baik. Ini tandanya kita sedang berkembang. Terbukti dengan hasil di SEA Games, Asian Games, Youth Olimpic Games, dan Asian Beach Games, bisa dibilang semua cabor meningkat kecuali bulutangkis,” tutur Andi menambahkan.

Baca juga: Pasca penyegelan, Kunci kantor PSSI ternyata diberikan ke Menpora dan Exco dan Pengprov terhukum tuntut Menpora turun tangan masalah PSSI

Diharapkannya, agar Indonesia memiliki cabang olah raga unggulan lain di masa yang akan datang, disamping bulutangkis setiap Pengurus Besar Cabor segera melakukan perbaikan sistem pembinaan olahraga.

Dikutip dari sejumlah portal online, Menpora akan segera melakukan perbaikan meliputi perubahan metode pelatihan, rekrutmen, dan melakukan regenerasi. “Dengan adanya perbaikan sistem kita bisa menciptakan cukup banyak cabor tumpuan, bukan lagi hanya bulutangkis. Karena ketergantungan akan satu cabor itu tidak sehat,” ujarnya dalam diskusi olahraga “Menyikapi Hasil Olimpiade London 2012, Menyusun Strategi Pembinaan Olahraga Jangka Panjang Indonesia” di Cafe De’ Senior, Senayan, Jakarta.

Pihaknya mengajak seluruh PB untuk duduk bersama untuk membicarakan program pembinaan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. “Kita harus mulai melakukan pembinaan dari daerah, untuk mencetak atlet, kami akan galakkan lagi pelatihan di daerah-daerah dengan menghidupkan lagi PPLP, terutama di luar pulau Jawa,” ucapnya.

Dirinya yakin, dengan pembinaan yang benar selama minimal empat tahun, maka bukan tidak mungkin, Indonesia bisa memiliki cabang-cabang unggulan, terutama pada nomor individu. “Banyak atlet muda pada cabor selain bulu tangkis seperti Siman di cabor renang, Diaz di cabor tembak, dan Putu di cabang judo,” ungkapnya. @LI-13

 



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO