Taufik, Reporter Lensaindonesia.com (Baju merah)
Releksi: Taufik Panji Alam
LENSAINDONESIA.COM: Di bulan suci Ramadhan pada Hari Raya Idul Fitri 1433 H saya banyak merenung. Terutama menjelang sahur atau berbuka puasa. Mungkinkah bangsa Indonesia yang besar ini sudah kekurangan rasa cinta?
Ataukah rasa cinta di negeri yang religius ini mulai tergerus oleh nilai-nilai individualistis? Mungkin pula karena faktor-faktor keegoisan manusia lainnya?
Dalam dunia sepakbola Indonesia, cinta juga seolah pergi dan tergantikan oleh kebencian satu sama lain. Hanya karena alasan individualistis dan egosentris manusia!
Sepatutnya, dibulan yang penuh berkah ini, kita semua merenungkan kembali makna cinta yang sesungguhnya. Cinta penuh kasih di bulan penuh maaf, sehingga semua anak bangsa bisa saling memaafkan. Lebaran adalah pesona terindah untuk kesucian hati.
Banyak kekurangan dalam sepakbola Indonesia. Tetapi masih terlalu banyak hal membanggakan yang bisa menumbuh kembangkan rasa cinta. Banyak tunas pesona jiwa yang dapat memikat rasa cinta. Karena jika tunas pesona tidak tercipta dalam sesaat (saat ini), ia tidak akan tercipta bertahun-tahun bahkan abad.
Sepakbola tidak hanya soal menang kalah. Menang jadi penambah semangat. Kalah jadi pelecut semangat. Tetapi kekalahan itu melecut Philipina untuk bangkit. Sekarang Philipina berada di peringkat 150 FIFA, lebih baik dari Indonesia (peringkat 159 FIFA).
Momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2012, refleksi cinta untuk saling memaafkan demi kehormatan bangsa, sangatlah bermakna.
Dengan cinta, makna kesucian Hari Raya Idul Fitri 1433 H dan refleksi 17 Agustus, kita dapat menyimak setiap persoalan termasuk urusan sepakbola Indonesia, dengan lebih proporsional.
Dengan cinta, kita akan merasa tulus memiliki sepakbola Indonesia. Tidak dengan kata-kata. Bahkan dengan cinta yang sederhana. Taufik
Jayalah sepakbola Indonesia..!
Selamat HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2012. Merdeka..!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Minal Aidin Walfaidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin!
Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…
36 menit yang lalu
38 menit yang lalu
45 menit yang lalu
55 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu