x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Sering Keluarkan Pendapat Berbeda Untuk Kecurangan

Inilah 6 Hakim Tipikor Surabaya Incaran MA!

Kamis, 23 Agustus 2012 17:04 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Inilah 6 Hakim Tipikor Surabaya Incaran MA! - Sering Keluarkan Pendapat Berbeda Untuk Kecurangan - ist: PN Surabaya, diduga sering lepaskan tersangka korupsi

ist: PN Surabaya, diduga sering lepaskan tersangka korupsi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Setelah Mahkamah Agung (MA) diketahui melakukan pengawasan ketat terhadap Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, 6 orang hakim tipikor yang pernah memutus bebas terdakwa kasus korupsi kini menjadi perhatian.

Diungkapkan Juru Bicara Pengadilan Tipikor Surabaya, Gazalba Saleh, Kamis (23/8/2012) selain hakim IGN Astawa, Titik Budi, Hamim Sutjahjo, Annas Mustaqim dan Gusrizal, nama Dame Pandiangan juga turut masuk dalam daftar hakim yang `diincar`. Bahkan, kabarnya, Dame telah menjalani pemeriksaan Badan Pengawas (Banwas) MA pada bulan lalu.

Baca juga: Pengadilan Negeri Surabaya lumpuh gara-gara Panitera mogok kerja dan Divonis ringan, Ketua RT tertawa ngakak saat keluar sidang

“Tim pemeriksa Bawas dari MA memang telah melakukan pemeriksaan pada Dame Pandiangan pada tanggal 25 hingga 26 Juli. Tetapi hasilnya belum terbukti,” ujarnya.

Dame Pandiangan diperiksa atas dugaan melakukan kecurangan terkait putusannya yang sering membebaskan terdakwa kasus-kasus korupsi. “Selain memeriksa Dame, tim pemeriksa juga telah memanggil anggota majelis hakim Syahman Girsang, Ahmad serta Panitera Pengganti Isyak. Pemeriksaan ini sifatnya melengkapi pemeriksaan Dame,” jelas dia.

Dame diketahui mengeluarkan Dissenting Opinion atau pendapat berbeda terbanyak dibanding hakim lainnya saat memutuskan perkara yaitu sebanyak 7 kali, meski DO atau pendapat berbeda yang dilakukan hakim memang diatur dalam Pasal 4 Undang-undang Kehakiman.

“Masalahnya, alasan yang membuat hakim berbeda pendapat ini harus dituangkan dalam putusan dan pendapat berbeda yang dikeluarkan Dame berimbas pada pembebasan terdakwa. Hanya saja seringnya DO yang diputuskan Dame kontradiktif dengan putusan hakim lainnya sehingga putusan-putusan terhadap terdakwa tetap saja memberatkan terdakwa,” ungkapnya.

Sekedar diketahui Dame Pandiangan tercatat membebaskan beberapa kasus korupsi diantaranya dugaan pungli anggota DPRD Blitar dengan terdakwa Edy Muchlison, dugaan korupsi koperasi tebu Mojokerto yang merugikan negara Rp 181 juta dengan terdakwa Muhtadin, dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan di Kabupaten Jember, dugaan korupsi PDAM Delta Tirta Sidoarjo dengan terdakwa Dirut PDAM Djajadi dan mantan pengelola Deltras Vigit Waluyo, dan dugaan korupsi staf Pemkab Malang. @anne




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty