x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Berbentuk Arca dari Batu Adesit

Pancuran Air Peninggalan Majapahit Ditemukan di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Agustus 2012 22:51 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pancuran Air Peninggalan Majapahit Ditemukan di Kabupaten Malang - Berbentuk Arca dari Batu Adesit- Pancuran Air Arca Joloduoro yang ditemukan di di Kabupaten Malang

Pancuran Air Arca Joloduoro yang ditemukan di di Kabupaten Malang

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sebuah pancuran air yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit terbuat dari batu adesit merah berbentuk arca kuno ditemukan seorang warga di Dusun Baba’an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepala Desa Ngenep, Karngploso, Kabupaten Malang, Suwardi, mengatakan, arca berbentuk pancuran air itu ditemukan oleh warga setempat, Marjoko (38) ketika sedang menggali tanah untuk bahan baku pembuatan bata.

“Setelah menemukan arca tersebut, Marjoko langsung membawanya ke sini (balai desa), dan kami langsung melaporkannya ke Dinas Pariwisata Kabupaten Malang,” katanya, Sabtu (25/8/2012).

Arca berbentuk pancuran yang dikenal dengan nama Joloduoro itu diduga peninggalan masa Raja Hayam Wuruk ketika memimpin Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.

Suwardi menjelaskan, sebelum menemukan arca itu, Marjoko bermimpi didatangi seorang perempuan cantik yang meminta agar segera ditarik keluar dari air. Dan, Marjoko langsung mencari lokasi yang ditunjukkan perempuan dalam mimpinya itu, ternyata yang ditemukan adalah arca berbentuk pancuran air.

Pancuran yang ditemukan Marjoko tersebut menyerupai arca naga setinggi sekitar 50 centimeter, dan lebar 20 centimeter dengan berat sekitar 15 kilogram lebih.

Sementara itu, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan menilai sebuah pancuran air yang ditemukan warga di Kabupaten Malang tersebut adalah barang yang sangat langka, karena terbuat dari batu adesit merah.

BP3 Trowulan menduga pancuran abad ke-14 itu telah dipindahkan, sebab lokasi penemuan pancuran bukan merupakan bekas kawasan kegiatan di zaman pancuran tersebut dibuat. Pancuran itu seharusnya berada di kawasan sumber mata air.

Joloduoro atau pancuran air ini seharusnya berjumlah empat buah yang fungsinya sebagai aliran mata air di sumber untuk menyucikan diri sebelum ritual digelar.@LI-13/ant





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty