x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pengenaan Biaya e-KTP Dinyatakan Haram

Pemberlakuan e-KTP di Jakarta Barat Belum Penuhi Target

Minggu, 26 Agustus 2012 17:57 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pemberlakuan e-KTP di Jakarta Barat Belum Penuhi Target - Pengenaan Biaya e-KTP Dinyatakan Haram - Jutaan Warga di Jakarta Barat terancam tidak terdaftar dalam program e-KTP. *ist

Jutaan Warga di Jakarta Barat terancam tidak terdaftar dalam program e-KTP. *ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Dalam Negeri diharapkan tidak menarik peralatan perekaman Elektrik KTP (e-KTP) yang ada di kantor kelurahan karena masih banyak warga yang belum merekam identitasnya.

”Penarikan peralatan perekaman itu sebaiknya setelah warga selesai direkam, setidaknya sampai pemberlakuan e-KTP Januari 2013,” harap Ketua RT.001/01 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, saat program jemput bola KTP keliling (mobile) di Kelurahan Kedoya Selatan, Minggu (26/8).

Baca juga: Tuntaskan program e-KTP, Pemprov Jatim harus jemput bola dan Polsek Tanjung Duren berhasil bekuk kurir ganja sebesar 34Kg

Zaenal mengakui kesulitan perekaman data itu terutama warga yang berada di kawasan real estate, meskipun sudah datang berkali-kali, namun sulit ditemui.

”Mungkin karena kesibukannya, kalaupun ada yang menerima pembantu rumah tangganya. Lebih memprihatinkan lagi kedatangan kami (RT) dikira meminta sumbangan. Padahal untuk menyampaikan pemberitahuan,” jelas zaenal yang sudah 30 tahun lebih menjabat Ketua RT.

Dikutip dar isejumlah portal online, menurut Zaenal, pemberitahuan dari rumah ke rumah ini untuk menghindari keterlambatan warga dalam perekaman data. Ia berharap jangan sampai e-ktp diberlakukan, warga belum memiliki e-KTP.

”Jika terlambat warga akan sulit mengurusnya ke kantor Dukcapil atau Kemendagri. Dan masalah e-KTP tidak dipungut bayaran (gratis) dan haram kalau sampai dikenakan biaya,”jelasnya.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat. Achmad Fauzi, membenarkan masih banyak warga yang belum merekam data e-KTPnya dari total wajib KTP 1.642.108 jiwa hingga 23 Agustus 2012, baru mencapai 1.285.764 jiwa atau 78,30 persen. Sedang yang sudah selesai dari Kemendagri 1.099.304 keping.

”Untuk perekaman data ini Kemendagri sudah memperpanjang dari Desember 2011 menjadi 30 April 2012. Namun waktunya belum mencukupi, sehingga Dinas Dukcapil mengusulkan perpanjangan kembali dengan pertimbangan Pemprov DKI sedang menyiapkan peralatan perekaman data e-KTP sendiri,” jelasnya.

Menanggapi warga yang kehilangan e-KTPnya, diakui belum ada petunjuk pelaksana (Juklak), untuk memudahkan warga pihaknya memberikan pengganti melalui KTP reguler.

“e-KTP yang hilang kami harus mengusulkan Kemendagri untuk dapat dicetak ulang. Tujuannhya jangan sampai e-KTP diberlakukan mulai 1 Januari 2013, warga Jakarta Barat sudah memiliki e-KTP,” ucapnya. @LI-13

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty