x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Batasi Hingga Jumat Nanti

TPP Belum Cair, GTT Jatim Ancam Serbu BRI

Selasa, 28 Agustus 2012 15:27 WIB (2 years yang lalu)Editor:
TPP Belum Cair, GTT Jatim Ancam Serbu BRI - Batasi Hingga Jumat Nanti - ist: Tuntut tunjangan segera dicairkan

ist: Tuntut tunjangan segera dicairkan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Belum cairnya Tunjangan Profesi Pendidikan (TPP) untuk Guru Tidak Tetap (GTT) di Jawa Timur, membuat ratusan guru geram. Mereka mengancam akan menyerbu bank yang menjadi jujugan tempat pencairan TPP apabila hingga Jumat (31/8/2012) nanti tak kunjung cair.

Berdasar data di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, hingga kini masih ada sekitar 400 guru di Jatim yang belum menerima TPP. Tunjangan yang belum keluar berasal dari BRI, sedangkan dua bank lainnya yang ditunjuk pemerintah yakni Bank Mandiri dan BNI sudah mencairkan dana tunjangan itu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menjanjikan bahwa TPP akan cair sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun, janji itu ternyata hanya isapan jempol belaka.

“Kita memang heran, kenapa BRI belum mencairkan tunjangan. Kami khawatir dana itu sengaja diendonkan,” kata Koordinator GTT Surabaya, Eko Sumardiono, Selasa (28/8/2012).

Untuk itu, Eko beserta guru yang lain akan memberikan batas waktu kepada pihak bank untuk segera mencairkan dana TPP yang merupakan hak mereka hingga Jumat (31/8).

“Kami telah memberikan deadline (batas waktu) hingga Jumat nanti untuk mencairkan dana tersebut. Bila tak digubris, kami akan siap mendatangi pihak bank secara ramai-ramai,” ancamnya.

Seperti diberitakan, TPP ratusan guru ini sudah lebih dari enam bulan tidak cair. Besarannya per bulan sebesar Rp 300 ribu. Sehingga bila dihitung selama enam bulan ini, mereka bisa memperoleh TPP sebesar Rp 1,8 juta.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ichwan Sumadi mengaku turut prihatin terkait nasib GTT yang belum mendapat haknya. Menurutnya, situasi ini akan mempengaruhi kinerja mereka untuk mendidik murid didiknya.

“Kalau mereka (GTT) ini terus dikecewakan seperti ini, pasti mereka tidak akan fokus melakukan pekerjaan mereka. Saya harap TPP segera dicairkan agar mereka tidak meninggalkan sekolah terus-terus karena sibuk mengurusi TPP. Biar murid didik tidak terbengkalai di sekolah,” pungkasnya. @ian

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty