x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Ikut Proses Lelang Harus Setor 5 Persen Nilai Proyek ke Oknum

Payah! Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Demak Dituding Sarat KKN

Rabu, 29 Agustus 2012 01:26 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Payah! Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Demak Dituding Sarat KKN - Ikut Proses Lelang Harus Setor 5 Persen Nilai Proyek ke Oknum - Ist/ Agus Dwi Susanto, pengurus ASPEKNAS Demak (tengah)

Ist/ Agus Dwi Susanto, pengurus ASPEKNAS Demak (tengah)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hampir semua lelang pengadaan barang dan jasa di Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Demak diduga sarat KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Bayangkan, untuk bisa ikut proses lelang dan bisa ikut penawaran, ada persyaratan bagi peserta lelang, yakni menyetorkan dana awal sebesar 5% dari pagu anggaran ke oknum Gapensi Demak. Bahkan, penyetoran dana awal itu disebut-sebut sudah menjadi tradisi.

Hal itu terungkap dalam dialog antara perwakilan massa aksi dari Gabungan Asosiasi Jasa Kontruksi Demak dengan Setda Demak, Selasa (28/8/2012) di lantai dua ruang Setda Pemkab Demak.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk bisa mengikuti lelang lewat LPSE dan bisa masuk ke penawaran, kita para kontraktor diharuskan setor 5% dulu ke saudara Arifin, salah satu staf GAPENSI Demak,” ungkap Agus Dwi Susanto, salah satu pengurus ASPEKNAS Demak.

Dengan adanya penyetoran dana itu, menurut Agus, proses lelang pengadaan barang dan jasa dianggap menjadi tidak fair, tidak transparan dan terkesan dimonopoli pihak-pihak tertentu. Selaku pengurus Asosiasi Pekerjaan Konstruksi Nasional (ASPEKNAS) Agus sangat menyayangkan jika Pemerintah Kabupaten Demak ‘tutup mata’ atas monopoli proyek antara ‘Kontraktor Hitam’ yang bekerjasama dengan panitia pengadaan barang dan jasa. “Kalau sudah setor 5%, kita baru melaporkan ke Arifin. Setelah itu, baru bisa masuk penawaran lelang LPSE,” keluhnya.

“Padahal di Demak, ada sekitar 800 kontraktor baik CV ataupun PT. Tetapi, banyak proyek dengan nilai miliaran rupiah hanya dimonopoli oleh oknum kontraktor tertentu saja,” ungkap Agus.

Akibatnya, Agus beserta sekitar 800 rekanan kotraktor yang ada merasa didzolimi lantaran tidak mendapatkan pekerjaan selayaknya, sesuai prosedur yang ada.

Hal senada diungkapkan Sukemi, salah satu pengurus Asosiasi Pekerja Konstruksi Nasional (AKSINAS). Sukemi mengatakan, bahwa semua proyek di Pemerintah Kabupaten Demak sangat tampak dimonopoli oknum HLM, selaku Ketua Gapensi Demak.

“Sudah menjadi rahasia masyarakat Demak, semua proyek dengan nilai miliaran rupiah sengaja dikondisikan oleh oknum HLM selaku Ketua Gapensi bersama Joko S selaku Kepala Dalbang (Pengendalian Pembangunan-red) Kabupaten Demak,” tegasnya.

Untuk itu, Sukemi bersama Asosiasi Jasa Konstruksi Demak mengancam, jika Pemkab Demak tidak segera mencopot Kepala Dalbang Demak dan membenahi sistem yang ada maka dirinya bersama asosiasi kontraktor akan melakukan tindakan represif. “Jika tidak dicopot, saya akan mengerahkan massa lebih besar untuk menggeruduk Kantor Gapensi dan Kantor Dalbang Demak. Selama ini, saya sudah cukup sabar,” ancamnya.

Sementara, Poerwono Sasmito dalam keterangannya, akan segera memperbaiki dan membenahi sistem layanan lelang LPSE di Kabupaten Demak. Namun, dia tidak bisa membubarkan LPSE seperti yang diminta demonstran. Pasalnya, LPSE merupakan amanat Undang-undang. @nur

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty