x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Siapkan Pasukan Bersenjata Lengkap & Gelar Rapat Tertutup

Pasca Betrokan di Cengkareng, Mapolres Metro Jakarta Barat Siaga Satu

Jumat, 31 Agustus 2012 01:25 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pasca Betrokan di Cengkareng, Mapolres Metro Jakarta Barat Siaga Satu - Siapkan Pasukan Bersenjata Lengkap & Gelar Rapat Tertutup - Kapolres Jakarta Barat, Kombes Suntana, Saat Berbincang Dengan Hercules/Foto: HW

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Suntana, Saat Berbincang Dengan Hercules/Foto: HW

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pasca bentrokan preman serta penyergapan preman di sebuah mobil yang akan melarikan diri pada saat bentrokan di wilayah Cengkareng, Jakarta, Rabu (29/8/2012) kemarin, Markas Polres Metro Jakarta hingga malam ini siaga satu mengantisapi adanya penyerangan dari preman yang bertikai ke kantor polisi.

Dari pantauan LICOM, yang menyambangi Mapolres Metro Jakarta terlihat di pos penjagaan terdapat 5 orang polisi bersenjata lengkap laras panjang, dan satu orang sedang mengisi administrasi. Kemudian di ruang belakang Mapolres terdapat puluhan polisi juga bersenjata lengkap sebagai pasukan cadangan.

Baca juga: Polsek Tanjung Duren berhasil bekuk kurir ganja sebesar 34Kg dan Polda Metro Jaya tak lanjutkan proses hukum 944 kasus premanisme

Bahkan, tidak kurang dari seratus polisi lainnya berpakaian putih dan celana hitam pada pukul 20.00 WIB menggelar rapat tertutup di ruang Rupatama Mapolres Metro Jakarta Barat yang dipimpin langsung Kapolres dan para perwiranya.

“Ada pengarahan dari pimpinan berkaitan dengan kasus bentrokan preman kemarin,” ujar salah seorang polisi berpakaian putih dan celana hitam sambil memegang kertas dan pulpen yang enggan memberitahu namanya.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 23.00 WIB malam ini juga akan selesai pemeriksaan BAP terhadap para preman yang ditangkap dan sekaligus mengumumkan nama-nama saksi dan para tersangka. Namun hingga berita ini diturunkan, polisi belum menyelesaikan pemeriksaan dan belum mengumumkan nama-nama saksi dan tersangka.
Bahkan rapat yang digelar di ruang Rupatama itu pun belum selesai. Sebagai kilas balik, bentrokan preman yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat diduga dilakukan dua kelompok preman besar yakni kelompok John Key dan kelompok Hercules. Masing-masing kelompok preman ini membela kliennya dalam masalah penguasaan tanah sengketa yakni PT. Sabar Ganda dari kelompok John Key vs Grup Agung Sedayu dari kelompok Hercules.

Sebelum kejadian puncak terjadi pada pukul 12.30 WIB, kuasa hukum Herkules sempat datang untuk menengani perselisihan ini. Sayang, tidak ada kata sepakat dalam pertemuan itu. Dari cekcok itulah kejadian terjadi.
Dalam kejadian rusuh yang terjadi, sejumlah senjata tajam, balok dan kayu digunakan dua kelompok untuk saling serang. Polres dan polsek mencoba untuk melerai, namun karena kekuatan petugas sedikit bentrokan tidak bisa dihentikan.

Usai kejadian, polisi berhasil menyita sejumlah senjata tajam berupa kayu, linggis, dan sejenis. Dari kelompok John Kei polisi menyita 78 senjata tajam yakni samurai, golok, kayu 9 buah, tombak 9 pucuk. Sedang dari kelompok Herkules, 13 senjata tajam, 5 besi panjang, 3 linggis, 1 bambu dan ketapel berhasil sisita polisi.

Saat ini di tempat kejadian perkara (TKP) sudah tidak terdapat sisa-sisa kerusuhan. Polisi juga sudah memberikan tanda police line serta menempatkan 50 petugas gabungan dari Brimob dan aparat Polres Jakarta Barat untuk menjaga lahan tersebut.

Dari hasil olah kejadian perkara, penyidik Polres Jakarta Barat berhasil menangkap sejumlah pelaku kerushan dari kubu John Kei sebanyak 102 orang. Sedang dari kubu Herkules polisi berhasil menangkap 8 orang. Seluruh pelaku kerusuhan hingga kini sedang diamankan untuk dperiksa lebih lanjut.

“Pagi sampai siang digelar perkara dari masing-masing yang diamankan. Akan ditentukan siapa yang melanggar hukum dan siapa yang menjadi saksi, dalam gelar perkara penyidik menyampaikan hasil penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto usai mengungkapkan status tanah yang hingga kini masih diselidiki untuk mengetahui siapa pemilik lahan tersebut.

Berdasarkan info yang didapat, sekitar 7000 meter lahan yang diperebutkan masih dimiliki Grup Agung Sedayu yang minta perlindungan Herkules, sedang 14.000 m2 dimiliki milik PT. Sabar Ganda yang didukung kubu Jhon Key.@Rudi




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty