x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Penyusunan Proposal Diduga Tak Beres

Dana Hibah Pokmas Dipertanyakan Parade Nusantara Nganjuk

Selasa, 04 September 2012 15:35 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Dana Hibah Pokmas Dipertanyakan Parade Nusantara Nganjuk - Penyusunan Proposal Diduga Tak Beres - ist: Parade Nusantara saat mempertanyakan dana Pokmas

ist: Parade Nusantara saat mempertanyakan dana Pokmas

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Program dana hibah bantuan bagi kelompok masyarakat (Pokmas) dipertanyakan Perhimpunan Perangkat Desa (Parade) Nusantara Kabupaten Nganjuk.

Masalah ini muncul karena adanya indikasi pemberian dana hibah dari APBD untuk setiap Pokmas tingkat RT yang mencapai Rp 2 juta tidak jelas dasar hukumnya. “Kami khawatir jika payung hukum tidak ada maka dikemudian hari bisa menimbulkan masalah dan berkonsekuensi hukum,” kata Edi Santoso, Ketua Parade Nusantara Kabupaten Nganjuk dalam hearing dengan komisi A DPRD Nganjuk, Selasa (4/9/2012).

Baca juga: Kekeringan dan hama hantui petani Nganjuk dan Guru SDN Tanjungtani Nganjuk sodomi delapan muridnya

Dalam hearing itu Edy mengungkapkan ada ketidak beresan dalam susunan proposal. Proposal Pokmas baru ini seharusnya disusun pada bulan Agustus 2012, namun dalam proposal pengajuan dana hibah tertanggal bulan November 2011.

“Kami tidak ingin berperasangka buruk karena dana hibah bantuan itu memang sangat ditunggu masyarakat, tapi kalau prosesnya menyalahi ketentuan tentu itu membuat situasi buruk,” ungkap Edi.

Edy melanjutkan sekitar 1.150 proposal dari Pokmas yang telah dikirim ke Pemkab Nganjuk diduga sama semua. Artinya, proposal tersebut diduga hanya copy paste dan hanya diubah sejumlah poin penting seperti nama, RT, alamat, dan lainnya. “Untuk itu kami mohon Pemkab bagian pengkajian dan penelitian proposal memperhatikan dengan jelas. Karena dari awal sampai akhir dalam susunan proposal itu umumnya semua sama tidak ada perubahan dan perbedaan,” papar Edy. @abe

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty