x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kominda Lakukan Pertemuan Tertutup

Intelijen Jabar Mulai Antisipasi Insiden Solo

Kamis, 06 September 2012 00:51 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Intelijen Jabar Mulai Antisipasi Insiden Solo - Kominda Lakukan Pertemuan Tertutup - Ist/Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai mengikuti rapat tertutup Kominda Jabar

Ist/Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai mengikuti rapat tertutup Kominda Jabar

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:  Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Jawa Barat yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan Kesmabang Linmas se- Jawa Barat menggelar rapat koordinasi tertutup di Hotel Gumilang Regency, Jl Setiabudi  Bandung. Rapat itu dengan agenda utama antisipasi inseden Solo hingga masuk di Jabar.

Rakor tertutup tersebut dihadiri langsung  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan unsur pejabat TNI, Polri serta para Kepala Dinas Kesbang Linmas se-Jawa Barat.

Baca juga: PBHI Jkt: Agung Podomoro peralat Brimob caplok lahan petani Karawang dan Pemprov Jabar segera bongkar bangunan PT Kahatex

“Dalam Rakor Kominda Jabar kali ini, agenda utamanya memang tentang antisipasi  terorisme, tapi dibahas juga tentang trafficking, perdagangan gelap hingga persiapan Pilkada Jabar,” kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan kepada wartawan usai Rakor di Hotel Gumilang Regency Bandung.

“Terorisme harus menjadi musuh kita bersama untuk itu harus kita berantas, harus kita habisi sampai ke akarnya. Makanya kita di sini untuk melakukan deteksi dini atau tindakan dini apabila ada gejala-gejala terorisme,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Barat sebagai daerah penyangga ibukota Jakarta dituntut untuk tetap kondusif dan terjaga. Untuk itu, peranan komunitas intelijen daerah (Kominda) sangat diperlukan untuk mengumpulkan, mengolah dan melaporkan perkembangan daerah terkini.

Gubernur  berharap jajaran komunitas intelijen di Jawa Barat bisa bersatu dan bahu membahu menjaga stabilitas daerah tetap terjaga. Memang selama ini, Kominda Jabar  telah bekerja keras menjaga stabilitas daerah dengan laporan-laporan yang “up date”. Sehingga, bisa segera melakukan langkah antisipasi.

Lebih lanjut Heryawan mengatakan,  gangguan keamanan dipastikan akan selalu ada, karena manusia diciptakan dengan perilaku yang berbeda. Ada yang mudah terprovokasi, berbuat onar dan lainnya. Yang penting kondisi itu dikondisikan sehingga dampaknya bisa diminimalisasi.

Terhadap inseden Solo beberapa waktu lalu,  Heryawan mengaku khawatir insiden penembakan polisi di Solo  bisa terjadi di Jabar. Untuk itu,  deteksi dini akan dilakukan dengan memaksimakan peran intelijen.

“Peran intelijen harus terus didorong  dan dimaksimalkan untuk mendeteksi kemungkinan (aksi teror) sekecil apapun,” tambahnya. @husein.

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty