x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Bisa Bercengkerama dengan Ular Sanca Besar

Taman Mini Sediakan ‘Taman Sentuh’ Reptil

Kamis, 06 September 2012 23:08 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Taman Mini Sediakan ‘Taman Sentuh’ Reptil - Bisa Bercengkerama dengan Ular Sanca Besar - Seorang Pengunjung Taman Reptilia sedang Berpose dengan Ular Sanca Besar. Foto: Winarko

Seorang Pengunjung Taman Reptilia sedang Berpose dengan Ular Sanca Besar. Foto: Winarko

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Taman Reptilia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berinovasi guna meningkatkan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara. Terobosan yang paling muktahir, adalah dibuatnya Taman Sentuh, sebuah wahana interaktif untuk mendekatkan masyarakat dengan satwa.

Kepala Unit Taman Reptilia TMII, Suci Saadilah, mengatakan di wahana itu pengunjung bebas memegang, berfoto bersama satwa, bahkan bercengkrama dengan ular sanca besar. “Bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu dan daya majinasi tinggi, tempat ini mampu memberikan pengalaman menegangkan sekaligus mengasyikan,” ujar Suci, kepada LICOM, di kantor Taman Reptilia TMII, Jakarta Timur, Kamis (6/9/12).

Baca juga: TMII merupakan wahana perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan Bambang: TMII merupakan Khasanah Budaya bangsa Indonesia

Lebih jauh Suci menjelaskan, Taman Reptilia sendiri merupakan bagian dari Museum Fauna Indonesia Komodo. Museum itu menyajikan berbagai macam kekayaan satwa Indonesia dalam bentuk awetan. Mulai dari wilayah Indonesia bagian barat, hingga Indonesia bagian timur. Museum memperkenalkan tidak kurang dari 150 jenis binatang atau satwa yang sudah diawetkan yang berada dalam ruang berkaca.

“Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia diharapkan bisa memberikan pengetahuan tentang satwa dan habitatnya, melalui penggalian ilmu pengetahuan teknologi,”kata Suci.

Menurut Suci, pengunjung dapat melihat secara langsung binatang–binatang reptil yang hidup tersimpan di dalam ruang berkaca. Koleksi reptil yang dimiliki mulai dari kura-kura, biawak, ular, hingga komodo. Di dalam taman reptil ini juga terdapat ruangan yang di buat khusus untuk ular berbisa seperti king cobra, ular welang, ular tanah, dan ular hijau dari Afrika.

Sementara, ilmuwan asal Perancis, Dwight Scott (34) saat ditemui, mengaku senang dapat berkunjung ke museum tersebut. Dia mengatakan, Wahana Reptilia sangat indah dan perlu dipertahankan.

“Kami sangat menyukai wahana Reptil di TMII yang banyak di perkenalkan berbagai macam satwa yang sudah di air keras maupun  yang hidup dan kami juga dapat berfoto bersama ular sanca,” kata Dwight dengan bahasa Indonesia yang fasih.

@winarko

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Khairul Fahmi

I am an inventor, a writer and wordsmith.…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty