x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Rosa: Kami Tidak Mungkin Mengawasi Siswa siswi 24 Jam

Kasus Aborsi Mencuat, Kepala SMAN 2 Kota Tegal Ngaku ‘Sakit Kepala’

Jumat, 07 September 2012 00:31 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kasus Aborsi Mencuat, Kepala SMAN 2 Kota Tegal Ngaku ‘Sakit Kepala’ - Rosa: Kami Tidak Mungkin Mengawasi Siswa siswi 24 Jam - Ist/Kepala SMAN 2 Kota Tegal Dra Rosa Herawati

Ist/Kepala SMAN 2 Kota Tegal Dra Rosa Herawati

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Terkait berita dua orang siswanya melakukan aborsi, Kepala SMA Negeri 2 Kota Tegal, Jawa Tengah Dra Rosa Herawati akhirnya angkat bicara. Menurutnya, pemberitaan di beberapa masa media baik cetak, televisi dan online cukup membuatnya sakit kepala.

“Sebenarnya kasus ini bukan mutlak kesalahan dari kami karena mereka belajar disini dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Selebihnya, tentu saja menjadi tanggungjawab kedua orangtua. Kami tidak mungkin mengawasi siwa siswi kami selama 24 jam,” ujar Rosa kepada LICOM.

Rosa mengatakan, perilaku kedua siswa yang tersangkut kasus aborsi tersebut saat di sekolah wajar-wajar saja. Meskipun, secara akademik pun keduanya tidak menonjol. “Kami juga kecolongan dan tidak menyangka jika YS tengah hamil 5 bulan. YS tidak terlihat hamil, dari cara berpakaian pakaian juga tidak terlihat layaknya wanita sedang mengandung. Bahkan dirinya masih tetap mengikuti pelajaran olahraga disekolah seperti biasa,” jelasnya.

Dia mengatakan, aturan SMAN 2 Kota Tegal sama dengan aturan di sekolah lain, yakni jika diketahui ada siswinya hamil diluar nikah maka tidak segan-segan bakal dikeluarkan dari sekolah tersebut. “Dengan adanya peristiwa ini masa media mengarak kepada kami semua. Tolong agar pemberitaan jangan memojokan sekolah kami. Tanpa diberhentikan dari sekolah ini orang tua YS meminta agar putrinya mengundurkan diri dari sekolah ini dan akan pindah sekolah keluar kota,” paparnya.

“Untuk lebih jelasnya anda sekalian silahkan meminta keterangan lebih lanjut ke Dinas Pendidikan Kota Tegal dan Polres Kota Tegal. Karena, kasus ini sedang mereka tangani,” tambahnya. @boy

 

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty