x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Sesuai Hukum Internasional Wajib Dilindungi

Kepala Imigrasi Madiun: 60 Imigran Adalah Pencari Suaka

Sabtu, 08 September 2012 20:48 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kepala Imigrasi Madiun: 60 Imigran Adalah Pencari Suaka - Sesuai Hukum Internasional Wajib Dilindungi - Imigran gelap asal Iran dan Kuwait saat diamnkan di Polres Pacitan

Imigran gelap asal Iran dan Kuwait saat diamnkan di Polres Pacitan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Hermansyah Siregar, mengatakan bahwa puluhan imigran ilegal asal Iran dan Kuwait Timur Tengah yang ditangkap di wilayah Kabupaten Pacitan, Jumat (7/9/2012) kemarin merupakan para pencari suaka.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang kami lakukan, hasilnya diketahui bahwa ke-60 imigran ilegal tersebut merupakan pencari suaka karena negaranya sedang konflik.

“Mereka akan menuju Australia melalui Indonesia,” ujar Hermansyah ditemui di Hotel Indah Kota, Madiun, Sabtu (8/9/2012).

Menurutnya, sesuai dengan hukum internasional para imigran ilegal pencari suaka wajib dilindungi hingga mereka ditempatkan di negara ketiga.

“Kami sempat kesulitan memeriksa mereka karena kendala bahasa. Beruntung ada di antara imigran tersebut yang bisa berbahasa Inggris sehingga ia ditunjuk sebagai penerjemah bahasa antara petugas dengan para imigran,” terang Herman.

Pihaknya mengakui ada sekitar 30 orang lebih imigran yang melarikan diri. Setelah diadakan pengejaran oleh petugas, jumlah total imigran yang berhasil diamankan mencapai 50 orang. Sisanya masih dalam pengejaran petugas.

“Untuk sementara kami akan menampung para imigran ilegal tersebut di Hotel Indah Kota Madiun. Pemidahan tempat penampungan dilakukan setelah pihak Hotel Asri di Caruban, Kabupaten Madiun, menolak menampung mereka tanpa alasan yang jelas,” kata dia.

Penampungan di hotel akan dilakukan oleh petugas kator imigrasi sampai ada sejumlah rumah detensi imgrasi (rudenim) di Indonesia yang kosong. Di seluruh Indonesia ada sekitar 13 rumah detensi imigran, dan semuanya dalam kondisi penuh oleh para imigran ilegal.

Hermansyah menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan kantor imigrasi pusat untuk penanganan para imigran ilegal ini lebih lanjut.

Selama berada di hotel penampungan, nantinya seluruh biaya administrasi dan biaya hidup para imigran ilegal tersebut akan ditanggung oleh lembaga independen internasional yang mengurusi migrasi, “International Organization for Migration” (IOM).

“Semua biaya nantinya akan ditanggung oleh IOM dan tidak menggunakan anggaran negara. Kami juga sedang berkoordinasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), untuk mencarikan negara ketiga yang mau menerima para imigran ini,” tambah Hermansyah.

Seperti diketahui, sekitar 60 imigran ilegal ini ditangkap petugas Polres Pacitan saat akan menyeberang ke Australia melalui Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

Dari 60 imigran ilegal tersebut, sebanyak 51 orang merupakan warga negara Irak, lima orang warga negara Kuwait, dan empat lainnya warga negara Iran. Mereka terdiri dari 54 laki-laki dewasa, tiga perempuan dewasa, dan tiga anak-anak.

Saat digerebek imigran yang naik beberapa mobil tersebut sempat ada yang melarikan diri namun berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan yang berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah.@LI-13/ant

 





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty