x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Korupsi Dana Perkreditan Rakyat Rp4,3 Miliar

Dirut BPR Ponorogo Divonis 6 Tahun Penjara

Senin, 10 September 2012 23:44 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Dirut BPR Ponorogo Divonis 6 Tahun Penjara - Korupsi Dana Perkreditan Rakyat Rp4,3 Miliar - Vonis Hakim (ilustrasi)

Vonis Hakim (ilustrasi)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Terdakwa kasus korupsi dana perkreditan rakyat senilai Rp4,3 miliar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Ponorogo Ahmad Budi Satrijo kembali dihadirkan dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin (10/9/2012) sore.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Minannur Rahman, Direktur Utama (Dirut) BPR Kabupaten Ponorogo itu di vonis 6 tahun penjara dan denda 250 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara. Vonis hakin tersebut dijatuhkan karena terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 ayat 1 dan pasal 2 UU RI No 31 tahun 1999 juncto UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Baca juga: Jembatan utama penghubung dua desa di Ponorogo ambrol dan Janda muda ditemukan tewas mengapung di selokan Jalan Sukosewu

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunianto Tri Wahyono mengatakan, putusan tersebut merupakan kewenangan majelis hakim karena sebelumnya terdakwa sudah dituntut secara maksimal 1 tahun 6 bulan penjara.

“Terkait putusan tersebut kejaksaan akan segera melakukan eksekusi kepada terdakwa untuk di masukan kedalam penjara,” paparnya ditemui usai persidangan.

Sebelumnya, tahun 2003 sampai 2011 lalu terdakwa yang menjabat sebagai direktur bank perkreditan rakyat melakukan peminjaman uang tanpa melalui mekanisme yang semestinya, seperti, mengunakan formulir permohonan kredit, mensyaratkan identitas diri, melakukan analisa kredit, kejelasan plafon kredit, melalui bagian kredit, memberikan kesepakatan tertulis mengenai prosentase jasa atau bunga, jangka waktu angsuran, maupun bentuk jaminan dan sanksi pelanggarnya.

Akibat perbuatan tersebut terdakwa ditangkap karena dinilai telah merugikan negara sebesar Rp4,3 Milyar.@anne




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty