x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Bedah Buku

Batak, Satu Abad Perjalanan Anak Bangsa

Rabu, 12 September 2012 11:40 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Batak, Satu Abad Perjalanan Anak Bangsa - Bedah Buku- Lagi, komunitas warga Batak (Sumut) meluncurkan buku 'Satu Abad Perjalanan Anak Bangsa' .

Lagi, komunitas warga Batak (Sumut) meluncurkan buku 'Satu Abad Perjalanan Anak Bangsa' .

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Komunitas Warga Batak perantauan kembali meluncurkan buku tentang budaya tanah nenek moyang yang berjudul ‘Satu Abad Perjalanan Anak Bangsa’. Buku ini melukiskan perjalanan hidup suku Batak selama satu abad dimulai sejak pertengahan abad ke-19 sampai abad ke-20, yaitu periode sebelum suku Batak bersentuhan dengan dunia luar sampai dengan periode Indonesia Merdeka.

Pada abad ke-19 ketika peneliti Barat mengunjungi Pulau Sumatera, mereka menganggap daerah yang dihuni oleh suku Batak sebagai “terra incognito” atau daerah yang tidak dikenal disebabkan sangat tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera.

Penduduknya masih menyembah berhala dan percaya kepada ramalan dukun atau ‘datu’, serta mengangap bencana maupun kebahagiaan adalah atas persetujuan roh leluhur. Mereka menyembah ‘Debata Mula Jadi Naolon’ pencipta langit dan bumi.

Setelah misionaris dari Jerman datang dan menetap di Tanah Batak pada pertengahan abad ke-19, mereka membuka sekolah dan rumah sakit, sejak itulah pandangan masyarakat mulai berubah. Tidak lagi mengantarkan sesajen kepada roh leluhur, tidak lagi menyembah ‘sombaon’, tetapi hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Satu abad kemudian, dari suku Batak yang jumlah penduduknya relatif kecil, telah lahir banyak cendekiawan, komponis musik, seniman, menteri, mahaguru dan para duta besar. Buku ini rencananya akan diluncurkan, Rabu (12/9/12) di Jakarta.

Buku karangan DR. Ir. Bisuk Siahaan mengupas habis keberadaan suku Batak secara lengkap. @hidayat

 

 

 





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty