x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sertifikasi Tidak Sesuai Kebutuhan Sekolah

Guru di Pacitan Kekurangan Jam Mengajar

Senin, 17 September 2012 23:56 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Guru di Pacitan Kekurangan Jam Mengajar - Sertifikasi Tidak Sesuai Kebutuhan Sekolah - Gurung mengajar (ilustrasi)

Gurung mengajar (ilustrasi)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pacitan Sulijanto, mengungkapkan, saat ini puluhan guru SD, SMP, maupun SMA ditengarai tidak bisa memenuhi jam mengajar sebagaimana kuota yang telah diatur dalam akta sertifikasi pendidik.

“Kami menemukan faktanya begitu, banyak sekali guru yang gagal memenuhi standar jam mengajar karena berbagai alasan,” ungkapnya, Senin (17/9/2012).

Baca juga: Sudah dilanda kekeringan, air PDAM Pacitan sering mampet lagi dan Ada penilaian kabupaten sehat, PKL alun-alun Pacitan dibersihkan

Namun hal itu menurut Sulijanto bukan sepenuhnya kesalahan guru bersangkutan. Ia justru menuding permasalahan utama justru ada pada mekanisme pengangkatan PNS guru serta pemberian sertifikasi mengajar yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta jam pelajaran yang tersedia.

Padahal, dampak kekurangan jam belajar membuat sejumlah guru terpaksa mengajar pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.

Sulijanto mencontohkan kasus guru mata pelajaran PPKN di salah satu SMP setempat yang akhirnya juga mengajar di SD karena jatah mengajarnya di sekolah asal sangat sedikit.

“Jam pelajaran sedikit karena di sekolah yang sama ada beberapa guru PPKN sehingga harus berbagi,” kata Sulijanto.

Akibatnya, lanjut dia, guru yang kekurangan jam pelajaran harus mencari tambahan jam mengajar untuk memenuhi kuota minimal yang ditentukan pemerintah.

Berdasarkan data yang dilansir Dinas Pendidikan (Disdik) Pacitan, total kelebihan guru itu mencapai 85 orang dan mereka berstatus sebagai PNS.

Rinciannya, untuk SMP terdapat surplus 56 orang dan di jenjang SMA tercatat sebanyak 23 guru. Sementara di jenjang SMK kelebihan guru mencapai enam orang, salah satunya di bidang kejuruan teknik pengolahan perikanan.

Selain karena pengangkatan besar-besaran, kelebihan guru terjadi karena penutupan beberapa jurusan yang sebelumnya dibuka akibat kekurangan peminat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Marwan saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan satuan kerja terkait untuk mengurai permasalahan kelebihan guru di semua jenjang pendidikan.

Salah satu hasil yang diputuskan, kata Marwan, adalah dengan memutasi guru yang kekurangan jam mengajar ke sekolah baru yang rencananya akan didirikan ataupun dengan memberi kesempatan mencari jam mengajar alternatif di sekolah lain dengan bidang pelajaran yang dikuasai.

Namun kebijakan itu masih menuai kritik dari Dewan Pendidikan maupun kalangan DPRD. Ketua Komisi A DPRD Pacitan Setyo Raharjo mengatakan, permasalahan itu jika terus dibiarkan dapat berimbas pada proses belajar mengajar.

“Jangan dipaksakan, karena dapat berdampak pada pendidikan,” kritiknya.@Li-13/ant

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty