x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Belum Ada Regulasi Tetang Pedagang Lintas Kabupaten

Harga Tembakau di Jember Naik, Petani Luar Daerah Berdatangan

Senin, 17 September 2012 20:23 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Harga Tembakau di Jember Naik, Petani Luar Daerah Berdatangan - Belum Ada Regulasi Tetang Pedagang Lintas Kabupaten - Panen tembakau di Kabupten Jember

Panen tembakau di Kabupten Jember

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tembakau petani dari luar daerah masuk ke sejumlah pabrik rokok di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Ahmad Sudiyono, mengatakan naiknya harga tembakau di Jember menyebabkan para petani luar kota beramai-ramai menjual hasil panen tembakaunya ke Jember.

“Harga tembakau yang mulai membaik di sini dilirik oleh kabupaten tetangga seperti Probolinggo, Bondowoso, dan Lumajang karena harga tembakau di sana masih rendah,” katanya.

Harga tembakau jenis rajang dan kasturi di Kabupaten Jember, yang sempat anjlok di pasaran, kini mulai merangkak naik.

“Sejumlah pabrikan di Jember mulai menaikkan harga tembakau dari sebelumnya sebesar Rp30 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram untuk jenis kasturi,” tuturnya.

Kendati demikian, lanjut dia, pihak pabrikan di Jember diharapkan mengutamakan tembakau lokal daripada tembakau luar kota karena selama ini kualitas tembakau Jember masih cukup bagus.

Sementara Ketua Asosiasi Tembakau Kasturi Jember Abdurrahman mengatakan penjualan tembakau lintas kabupaten sudah biasa dilakukan para petani dan hal itu tidak bisa dihindari karena petani akan mencari keuntungan.

“Jember menjadi sentra pemasaran tembakau karena banyak gudang pabrik rokok di sini dan mereka memiliki gudang lebih dari satu, sehingga membutuhkan pasokan tembakau lebih banyak,” paparnya.

Menurut dia, petani Jember terkadang juga menjual tembakaunya ke luar daerah seperti Bondowoso dan Banyuwangi karena tidak ada aturan yang melarang perdagangan tembakau lintas kabupaten.

Hal itu juga dibenarkan oleh perwakilan PT Gudang Garam Jember, Ira Susanti, yang mengatakan pihak Gudang Garam tidak hanya membeli tembakau dari petani Jember, namun pasokan tembakau untuk pabrikan itu didapat dari luar daerah Jember seperti Bondowoso dan Situbondo.

“Kami menerima tembakau dari luar Jember seperti tembakau dari Asembagus Situbondo dan Bondowoso,” katanya.

Menurut dia, pihak Gudang Garam membutuhkan tembakau kasturi sebanyak 12 ribu ton, namun tembakau petani yang sudah terserap ke pabrikan tersebut hanya sekitar 4 ribu ton saja.

Gudang Garam membeli tembakau petani kategori kualitas terbaik (top grade) dengan harga Rp33 ribu per kg, kemudian PT Djarum sebesar Rp35 ribu per kg, HM Sampoerna sebesar Rp28 ribu per kg, dan pabrik rokok Minakdjinggo sebesar Rp34 ribu per kg.@LI-13/ant

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty