x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Menyebar ke Pekerja Industri dan Perusahaan

Dinsosnakertrans Tegal Sosialisasikan Bahaya Aids

Rabu, 19 September 2012 18:48 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Dinsosnakertrans Tegal Sosialisasikan Bahaya Aids - Menyebar ke Pekerja Industri dan Perusahaan - ist: ilustrasi mencagah aids

ist: ilustrasi mencagah aids

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tak hanya kawasan lokalisasi yang rawan terjangkit HIV/AIDS. Tapi penyakit menular mematikan ini mulai menyebar kepada pekerja industri maupun perusahaan.

Saat ini, berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) selama akhir tahun 2009 terdapat sebanyak 33,3 juta orang hidup terkena HIV. Sedangkan data dari Ditjen PP dan PL Kemerdekaan RI, jumlah kumulatif kasus AIDS di Indonesia sampai dengan akhir Juni 2011 sebanyak 26.483 kasus.

Baca juga: Mensos: 25 LKS lakukan rehabilitasi dan Penderita HIV/AIDS di Kepulauan Selayar terus bertambah

Untuk mencegah hal tersebut, Rabu (19/9/2012), berlokasi di ruang Gemini Hotel Karlita Internasional, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, mengadakan sosialisasi norma keselamatan dan kesehatan kerja terhadap masyarakat industri dan karyawan/karyawati di 30 perusahaan tentang penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja

Kepala Dinsosnakertrans, Sumito SIP mengatakan kepada LICOM, berdasarkan informasi yang diperoleh Disnakertrans Semarang, sebenarnya dari ribuan pekerja Kota Tegal sudah ada yang terkena HIV/AIDS atau menjadi ODHA (orang dengan HIV/AIDS). namun jumlah pastinya belum diketahui.

“Meskipun belum diketahui data pastinya, kemungkinan kami memperkirakan pekerja yang terkena HIV/AIDS itu rata-rata bekerja di Hotel, Karaoke, Rumah Sakit, Dok Kapal dan PO Bus. Karena pekerjaannya itu langsung berhubungan dengan pelayanan, sehingga, mudah tertular penyakit mematikan itu,”ujarnya.

Dengan ditemukannya pekerja yang terkena HIV/AIDS, pihaknya meminta data yang bersangkutan tetap dirahasiakan meski sudah ditangani konseling. Selain itu, perusahaan/industri tidak boleh mendiskriminasikan pekerja yang menderita HIV/AIDS, lantaran ini bukan keinginan yang dikehendaki.

“Yang jelas, perusahaan dilarang mengeluarkan pekerja dari tempat kerjanya setelah diketahui mengidap HIV/AIDS. Karena, bila hal itu terjadi berarti perusahaan melanggar HAM,”terangnya. @boy




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty