Belakangan, terorisme terus 'disapu bersih' tim Densus 88. Ist
LENSAINDONESIA.COM: Penangkapan oleh Densus 88 terhadap beberapa orang yang diduga teroris atau ‘sapu bersih’ yang akhir-akhir ini marak terjadi, dinilai untuk menyambut peringatan Bom Bali. Pasalnya, Pemerintah Australia berencana menggelar acara peringatan tersebut, 12 Oktober mendatang, di Garuda Wisnu Kencana, Bali.
Pengamat terorisme dari Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi, Muhammad Ade Bakti menyatakan, meski di Bali konsentrasi pengamanan sudah sangat tinggi, namun penangkapan-penangkapan yang terjadi sekarang sebagai respon agar Densus 88 tak kecolongan tehadap gerak jihadis (sebutan orang melaksanakan terror,Red).
Baca juga: Di Bintaro, Densus 88 Ringkus Dua Teroris Jakarta dan Thoriq si Pemilik Bom Rakitan Tambora Menyerahkan Diri
“Harapannya untuk mempersempit ruang gerak jihadis,” ujarnya kepada LICOM, Rabu (19/09).
Menurut Ade, menyambut dalam konteks agar pelaksanaan acara tersebut berjalan lancar dan tak ada yang berani membuat keributan sebelum atau saat acara berlangsung. Karena faktanya, I’dad (persiapan) dikalangan jihadis juga sudah berjalan.
“Namun celakanya keinginan pihak Australia itu menambah “presure” bagi otoritas keamanan kita,” ujarnya.@hairul
Berita Terkait:
9 menit yang lalu
41 menit yang lalu
54 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu