x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pamit Beli Es, Sebulan Tak Pulang

Gawat! Siswi SMP Sidoarjo Diduga Jadi Korban Germo Keyko

Jumat, 21 September 2012 20:50 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gawat! Siswi SMP Sidoarjo Diduga Jadi Korban Germo Keyko - Pamit Beli Es, Sebulan Tak Pulang - Ist/Ilustrasi ABG

Ist/Ilustrasi ABG

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Seorang ABG (Anak Baru Gede) berusia 15 tahun, kelas 3 SMP asal Desa Cimandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dilaporkan hilang sejak sebulan lalu. Keluarga khawatir, ABG tersebut ikut dijual di jaringan trafikking mucikari Keyko yang dibekuk Polrestabes Surabaya, beberapa waktu lalu.

ABG yang hilang tersebut adalah Ni Putu Maytia Artani atau biasa dipanggil Tia. Siswi kelas 3 SMP PGRI Sedati yang tinggal di RT 14 RW 04 Desa Sedati ini hilang sejak tanggal 12 Agustus 2012. Hilangnya Tia membuat keluarga kebingungan, sebab ia merupakan anak yang pendiam dan tak pernah pergi keluar rumah tanpa pamit orang tuanya.

Baca juga: Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo jadi tersangka dan Tak peduli mahal, pedagang tempe Porong diserbu pembeli

Kabar terakhir, Tia pamit ke keluarganya untuk membeli es di dekat rumahnya. Namun sejak itu, Tia tak pernah kembali ke rumahnya. Begitu pula saat dihubungi melalui handphonenya, berkali-kali ada nada sambung, namun tidak ada balasan apapun.

Hilangnya Tia juga membuat kepanikan keluarganya. Apalagi sejak mendengar kabar Polrestabes Surabaya menangkap pelaku trafikking ribuan ABG perempuan. Bahkan, seorang ABG yang mirip Tia dilaporkan warga
di sebuah radio, sering berada di beberapa Café hiburan di Surabaya.

“Segala usaha sudah kami lakukan, agar anak saya kembali pulang. Saya khawatir anak saya ikut jadi korban penjualan ABG,” ujar Titis Murtani, ibunda Tia.

Kini pihak keluarga hanya berharap Tia segera ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya. Meskipun segala upaya sudah dilakukan, termasuk melapor kepada pihak kepolisian. Namun, tak ada
hasil apapun hingga saat ini. @jani

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty