Ilustrasi/Ist.
LENSAINDONESIA.COM: Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surabaya, menyatakan hampir 90 persen pelayanan perdagangan saham di Surabaya menggunakan fasilitas internet atau akrab disapa online trading.
Kepala BEI Surabaya, Nur Harjantie, di Surabaya, menyebutkan, terdapat sekira 44 perusahaan sekuritas di Surabaya yang telah menggunakan layanan online trading.
Baca juga: Harjantie tepis pasar modal bukan judi dan Tahun 2013, Momen Perusahaan "Melantai" di Bursa
“Sisanya masih dalam proses. Mereka (perusahaan sekuritas) juga pelan-pelan melangkah ke arah sana,” kata Nur, saat dikonfirmasi, Sabtu (22/9/2012).
Namun, Ia mengaku tidak mengetahui secara detail perusahaan sekuritas yang sudah menggunakan online trading tersebut. Menurutnya, pelayanan online trading menjadi kebutuhan menyusul perkembangan teknologi secara online akan memudahkan setiap transaksi perdagangan saham.
Selain itu, lanjut dia, biaya transaksi secara online lebih murah karena pelaku saham tidak perlu intens menghubungi broker melalui telepon terkait perkembangan indek saham dari perusahaan tertentu.
“Justru jika ada perusahaan yang tidak memiliki fasilitas itu dianggap gaptek. Tapi transaksi secara reguler masih diperbolehkan melalui broker,” katanya.
Dalam kesempatan ini, perusahaan yang hendak menerapkan layanan online trading harus terlebih dahulu mempersiapkan sistem.
“Sistem itu nantinya akan diuji-cobakan dengan sistem di bursa efek. Sistemnya harus cocok dengan di bursa,” katanya.@Panjichuby_666
Berita Terkait:
5 menit yang lalu
10 menit yang lalu
19 menit yang lalu
21 menit yang lalu
27 menit yang lalu
31 menit yang lalu
46 menit yang lalu
48 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu