x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Layanan Online Trading Jadi Kebutuhan

Hampir 90 Persen Perdagangan Saham Gunakan Online Trading

Sabtu, 22 September 2012 13:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Hampir 90 Persen Perdagangan Saham Gunakan Online Trading - Layanan Online Trading Jadi Kebutuhan - Ilustrasi/Ist.

Ilustrasi/Ist.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surabaya, menyatakan hampir 90 persen pelayanan perdagangan saham di Surabaya menggunakan fasilitas internet atau akrab disapa online trading.

Kepala BEI Surabaya, Nur Harjantie, di Surabaya, menyebutkan, terdapat sekira 44 perusahaan sekuritas di Surabaya yang telah menggunakan layanan online trading.

Baca juga: Si Molek keliling Surabaya, sebar info investasi pasar modal dan Emiten BEI wajib miliki free float minimal 7,5 persen

“Sisanya masih dalam proses. Mereka (perusahaan sekuritas) juga pelan-pelan melangkah ke arah sana,” kata Nur, saat dikonfirmasi, Sabtu (22/9/2012).

Namun, Ia mengaku tidak mengetahui secara detail perusahaan sekuritas yang sudah menggunakan online trading tersebut. Menurutnya, pelayanan online trading menjadi kebutuhan menyusul perkembangan teknologi secara online akan memudahkan setiap transaksi perdagangan saham.

Selain itu, lanjut dia, biaya transaksi secara online lebih murah karena pelaku saham tidak perlu intens menghubungi broker melalui telepon terkait perkembangan indek saham dari perusahaan tertentu.

“Justru jika ada perusahaan yang tidak memiliki fasilitas itu dianggap gaptek. Tapi transaksi secara reguler masih diperbolehkan melalui broker,” katanya.

Dalam kesempatan ini, perusahaan yang hendak menerapkan layanan online trading harus terlebih dahulu mempersiapkan sistem.

“Sistem itu nantinya akan diuji-cobakan dengan sistem di bursa efek. Sistemnya harus cocok dengan di bursa,” katanya.@Panjichuby_666

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty