x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Petani Kehabisan Cadangan Pangan

Kemarau Tak Kelar, Tengkulak di Majalengka Marak

Sabtu, 22 September 2012 13:04 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kemarau Tak Kelar, Tengkulak di Majalengka Marak - Petani Kehabisan Cadangan Pangan - Kemarau panjang selama 2012 ini sebabkan petani di Majalengka, Jawa Barat rentandibidik tengkulak. *ist

Kemarau panjang selama 2012 ini sebabkan petani di Majalengka, Jawa Barat rentandibidik tengkulak. *ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kemarau panjang membuat banyak petani di Majalengka, Jawa Barat, panik khawatir kehabisan cadangan pangan serta tidak bisa menggarap lahan disaat musim penghujan nanti karena cadangan biaya garappun ikut habis untuk makan sehari-hari.

Bahkan menurut beberapa petani bila kemarau lebih lama lagi, untuk sebagian warga menghawatirkan akan terjadi rawan daya beli karena tidak adanya lapangan pekerjaan, seluruh harga kebutuhan pokok bakal naik, sementara stok beras habis.

Baca juga: Perahu wisata tenggelam di Cibinong, dua penumpang hilang dan PBHI Jkt: Agung Podomoro peralat Brimob caplok lahan petani Karawang

Mujani (46), Keweng (40) serta Napi (70) petani di Kecamatan Jatitujuh menyebutkan, kemarau yang berkepanjangan ini membuat panik banyak petani. Cadangan gabah yang biasanya sampai hingga musim tanam berikutnya kini dipastikan bakal habis sebelum masa tanam.

Akibatnya petani akan kesulitan untuk membiayai penggarapan sawah.

“Kalau kemarau masih akan berlangsung hingga sebulan atau bahkan dua bulan kedepan jelas kami akan kesulitan untuk memperpanjang hidup, karena beras kami pasti habis. Selama kemarau kami sepenuhnya mengandalkan gabah yang ada, sehingga saat menggarap lahan nanti gabah yang seharusnya sebagian digunakan untuk membiyayai penggarapan lahan dan tanam, habis untuk makan,” ungkap Mujani, seperti dikutip dari sejumlah portal online, Sabtu (22/9/12).

Jika demikian maka satu-satunya cara yang biasa dilakukan petani adalah ijon dengan harga jual yang sangat rendah, yang harganya ditentukan oleh para tengkulak sedangkan petani aidak mampu melakukan daya tawar.

“Petani yang kehabisan gabah untuk makan atau untuk biaya garap biasanya mengambil uang kepada tengkulak, yang utangnya baru dibayar nanti pada saat panen. Bila kondisi demikian utang kepada tengkulak ini tidak bisa dihindari,” kata Mujani.

Bagi petani atau masyarakat yang sudah kehabisan stok gabahnya sudah mulai melakukan pinjaman yang akan dibayar dengan gabah saat panen.

Harga gabah tersebut kini dihargai senilai Rp 260 ribu/kw. Artinya bila sekarang meminjam uang senilai Rp 260 ribu maka bila panen nanti harus dibayar dengan 1 kw gabah kering. Murahnya harga tersebut karena para tengkulak akan memperhitungkan uang yang mengendap di petani selama tiga hingga empat bulanan.

“Sekarang banyak tengkulak datang menawarkan pinjaman uang, karena mereka tahu kemarau masih panjang dan stok gabah di petani menipis,” kata Keweng. @LI-13

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty