x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Libatkan Mahasiswa Undip

Waduh! Utusan Proyek PLTU Batang Dikeroyok Warga

Minggu, 23 September 2012 00:15 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Waduh! Utusan Proyek PLTU Batang Dikeroyok Warga - Libatkan Mahasiswa Undip - Ist/Ilustrasi pengeroyokan

Ist/Ilustrasi pengeroyokan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kisruh yang terjadi antara warga Ponowareng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah dengan perusahaan PLTU kian meruncing. Sabtu (22/09/2012), dua orang petugas dari Undip (Universitas Diponegoro) yang mengaku sebagai utusan dari pihak pengembang proyek PLTU tanpa ampun dihakimi warga saat sedang tertangkap tangan sedang mengukur tanah di lokasi tersebut.

Ratusan warga yang berang atas ulah kedua orang tersebut langsung mengeroyoknya tanpa ampun. Petugas polisi dan TNI yang ada dilokasi sempat kewalahan saat akan mengevakuasi kedua orang utusan tersebut.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Sekitar pukul 10.00 wib Sebuah mobil avanza hitam berplat H (semarang) diketahui warga melintas dan masuk kawasan desa Ponowareng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tak sadar jika kedatangannya sudah diintai warga, tanpa canggung ke dua orang tersebut yang mengaku dari Undip dan utusan dari pihak pengembang proyek PLTU tersebut langsung mengukur tanah di desa tersebut. Warga yang curiga langsung menghubungi warga lainnya. Tanpa di komando lagi ratusan warga mendatangi kedua orang tersebut dan langsung menghakiminya ramai-ramai. Tak hanya itu dua orang plus 1 orang sopir disandera warga untuk dimintai keterangannya.

Dani, salah seorang warga setempat mengatakan kepada LICOM, memang benar 2 orang tenaga ahli yang mengaku dari Undip dan seorang lagi sopir mobil rental terpaksa disandera. “Karena saat itu mereka tertangkap tangan warga saat tengah asik mengukur tanah untuk keperluan perusahaan PLTU (Bimashena) yang sedang bermasalah dengan kami,” ujarnya.

Ratusan warga di lima desa yang menolak pembangunan PLTU merasa disepelekan oleh perusahaan swasta tersebut. Sehingga kedatangan ketiga orang sangat membawa resah para warga desa. Ketegangan terjadi saat usai proses negoisasi yang sangat alot dan tidak menemukan kata sepakat. Kesal dan dianggap arogan tanpa ampun ketiganya diberi hadiah bogem mentah warga. Ratusan warga mengancam akan bertindak lebih anarkis lagi jika masalah ini tidak segera dituntaskan.

Untuk menghindari amuk warga yang mulai beringas, petugas Polres Batang dibantu dengan TNI langsung mengevakuasi ketiganya ke Mapolres Batang.

“Ketiganya sudah kami lepaskan. Dua orang tersebut adalah mahasiswa dan satu orang lagi adalah sopir mobil rental,” ujar Kapolres Batang AKBP Toni Harsono saat dihubungi via telpon selularnya. @boy

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty